Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak melalui peningkatan program bedah rumah, penyaluran rumah subsidi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan produk bahan bangunan lokal.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan perkembangan program tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Maruarar mengatakan, jumlah rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah merealisasikan program tersebut untuk 45 ribu rumah, sedangkan pada 2026 jumlahnya ditargetkan mencapai 400 ribu unit.
"Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah," ujar Maruarar.
Baca Juga: Menko Yusril Minta Definisi Keuangan Negara Diperjelas agar Tak Keliru Menjerat Kasus Korupsi
Selain memperbaiki rumah yang membutuhkan renovasi, pemerintah juga memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki hunian melalui program rumah subsidi. Salah satu skema yang digunakan adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang bertujuan menyediakan pembiayaan rumah dengan biaya terjangkau.
Dalam pertemuan tersebut, Maruarar turut melaporkan pengembangan industri genteng tanah liat yang melibatkan UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi pelaku usaha lokal sekaligus memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu.
Sebanyak 34 UMKM dilaporkan telah memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pelaku usaha tersebut menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat dengan standar kualitas yang telah diuji dan memenuhi persyaratan.
"Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga," kata Maruarar.
Ia menjelaskan, pemerintah berupaya mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dengan mempertimbangkan potensi dan kemampuan produksi di setiap daerah. Dengan demikian, kebutuhan pembangunan perumahan dapat menjadi peluang bagi pertumbuhan usaha masyarakat setempat.
"Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain," katanya.
Maruarar menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap pengembangan program ASRI, yang mengedepankan lingkungan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM.
Program tersebut sedang dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal. Pemerintah berharap, pengembangan sektor perumahan tidak hanya memperbaiki kondisi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi UMKM di berbagai daerah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Setpres)