Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Arif akan menyampaikan perkembangan sejumlah penelitian yang menjadi perhatian Presiden.
Arif menjelaskan, laporan itu disiapkan untuk menindaklanjuti berbagai arahan Prabowo kepada BRIN agar memperbarui perkembangan riset di sejumlah sektor.
"Saya mempersiapkan beberapa laporan yang memang saat ini menjadi penugasan, karena beliau beberapa kali memberikan tugas pada BRIN, ya, untuk meng-update beberapa perkembangan riset dalam berbagai bidang yang menjadi concern beliau," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menyebutkan, terdapat lima bidang utama yang akan dilaporkan kepada Presiden, yakni pengelolaan air, kesehatan, kebencanaan, sampah, dan teknologi satelit. Selain menyampaikan hasil penelitian, BRIN juga akan meminta arahan mengenai riset yang perlu dipercepat agar dapat menjawab kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Kemnaker Targetkan Pembahasan Awal UMP 2027 Selesai Akhir November
"Satu, bidang air, dua bidang kesehatan, tiga bidang kebencanaan, kemudian bidang sampah, ya, dan juga termasuk dalam bidang satelit.
"Jadi saya kira ini penugasan yang memang terus beliau berikan pada kami dan hari ini tentu kami akan melaporkan sejumlah hal kepada beliau," ujarnya.
Arif mengatakan, laporan tersebut juga akan memuat status penerapan hasil penelitian, mulai dari riset yang sudah dimanfaatkan di lapangan hingga yang masih membutuhkan percepatan atau dukungan infrastruktur. Selain itu, BRIN akan mengidentifikasi penelitian yang telah siap memasuki tahap hilirisasi.
"Nah, makanya kesempatan ini saya akan melaporkan progres mana yang sudah diterapkan di lapangan, mana yang masih proses perlu percepatan riset, mana yang dibutuhkan kebutuhan penyediaan infrastruktur untuk risetnya, mana yang memang tinggal hilirisasi, ya," lanjut Arif.
Salah satu hasil penelitian yang mulai diterapkan adalah riset terkait program gentengisasi. Arif menyampaikan, pengembangan riset tersebut telah berjalan melalui kerja sama dengan Danantara. BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra lain, terutama untuk pengembangan teknologi di bidang air.
"Kita sudah bekerja sama dengan Danantara. Dan kami juga terus mencari partner-partner lain, khususnya untuk teknologi-teknologi yang berkaitan dengan air ya," ujarnya.
Selain gentengisasi, penelitian yang mulai diarahkan menuju penerapan mencakup pengelolaan sampah dan pengembangan obat herbal. Untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian tersebut, BRIN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Arif menegaskan, BRIN berfokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi. Karena itu, diperlukan kolaborasi agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Karena kita pun, tentu BRIN bukan badan yang memproduksi, kita hanya melakukan riset tapi kita harus memastikan bahwa apa yang kita lakukan dalam riset ini bisa dipercepat proses hilirisasinya sehingga bisa berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Kepala BRIN Arif Satria (Istimewa)