Capaian 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mendes Sebut Banyak Desa Ekspor Lahir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 20:28
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjadi salah satu pembicara dalam program 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Petamburan, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjadi salah satu pembicara dalam program 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Petamburan, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memaparkan bahwa salah satu capaian signifikan dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Pemerintah Gibran Rakabuming Raka adalah lahirnya banyak desa ekspor di berbagai wilayah.

Menurut Mendes Yandri, potensi unggulan desa yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan terutama melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuka peluang strategis yang luas bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional.

“Ada Badan Usaha Milik Desa yang pendapatan per tahunnya itu Rp17 miliar, ada yang Rp28 miliar, dan lain sebagainya. Yang tata kelola Badan Usaha Milik Desa ini ada desa ikan nila, desa ekspor, dan lain sebagainya,” ungkap Yandri saat hadir sebagai pembicara dalam program refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Kampus Universitas Tarumanagara (UNTAR), Petamburan, Jakarta, pada hari Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menambahkan, kehadiran desa-desa ekspor tersebut memberikan dampak beruntun yang positif, yakni meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga di pedesaan.
 

Dalam kesempatan yang sama, Mendes Yandri menegaskan bahwa komitmen pemerintahan dalam mengimplementasikan Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto—yaitu pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan—telah diterjemahkan oleh Kemendes PDT kedalam program strategis bertajuk "12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia".

Langkah ini dinilai sangat tepat karena menempatkan desa bukan lagi sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki peran sentral dalam menentukan arah kemajuan bangsa ke depan.

Dengan memperkuat potensi, kemandirian, serta produktivitas desa, diharapkan pertumbuhan nasional dapat dimulai dari akar rumput, sehingga pemerataan kesejahteraan dapat terwujud dan kemajuan desa menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Indonesia.


“Astacita ke-6 Presiden Prabowo kami turunkan menjadi 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Karena dengan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, desa akan menentukan arah bangsa ini ke depan,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, Yandri menyatakan bahwa revitalisasi BUMDes menjadi salah satu pilar krusial dan berkelanjutan dalam penerapan program tersebut. Upaya ini difokuskan untuk memperkuat BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, mengoptimalkan komoditas unggulan desa, dan mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat secara merata.

Melalui ribuan unit BUMDes yang ada beserta berbagai capaian impresif yang telah ditorehkan, revitalisasi ini diharapkan mampu memperkokoh kemandirian ekonomi pedesaan serta menjadikan desa sebagai pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close