Flávio Bolsonaro Mudik ke Amerika Usai Kalah dalam Pilpres Brasil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 11:25
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Senator dan calon presiden dari kubu sayap kanan Brasil, Flavio Bolsonaro, menyampaikan pidato dalam sebuah rapat umum kampanye di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, pada 16 Agustus 2026. Senator dan calon presiden dari kubu sayap kanan Brasil, Flavio Bolsonaro, menyampaikan pidato dalam sebuah rapat umum kampanye di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, pada 16 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Politikus sayap kanan Brasil, Flávio Bolsonaro dilaporkan meninggalkan negaranya menuju Amerika Serikat pada Selasa, 27 Oktober setelah menelan kekalahan dalam pemilihan presiden putaran kedua. Kepergian Flávio menjadi sorotan karena sebelumnya ia diperintahkan menyerahkan paspornya untuk kepentingan penyelidikan dugaan pencucian uang. Ia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu.

Flávio telah meninggalkan Brasil. Namun, rute keberangkatannya belum diketahui secara pasti. Laporan mengenai kemungkinan dirinya melintasi Argentina juga belum terkonfirmasi, sementara otoritas Argentina menyatakan tidak memiliki catatan bahwa ia memasuki negara tersebut.

Flávio kalah dari Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dalam pemilihan presiden pada Minggu, 25 Oktober. Lula memperoleh sekitar 51,79 persen suara sah, sedangkan Flávio meraih 48,21 persen.

Baca Juga: Pilpres Brasil Ditentukan Sentimen Israel-Palestina

Setelah hasil pemilu diumumkan, Flávio sempat menyatakan akan menentang hasil tersebut melalui jalur hukum. Namun, laporan media Brasil menyebut rencana itu kemudian dipertimbangkan kembali setelah ia mendapat masukan mengenai lemahnya dasar hukum gugatan dan risiko institusional yang mungkin timbul.

Sehari sebelum laporan keberangkatannya mencuat, pengadilan Brasil memerintahkan Flávio menyerahkan paspornya dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari penyelidikan. Ia dilaporkan tidak memenuhi tenggat tersebut, dan paspornya kemudian dibatalkan oleh otoritas terkait.

Flávio merupakan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang menjabat pada 2019–2023. Keluarga Bolsonaro memiliki hubungan politik dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kepergian Flávio berpotensi menambah ketegangan hubungan Brasil dan Amerika Serikat di tengah perbedaan politik kedua pemerintahan.

Baca Juga: Prabowo Bakal Bertemu Menlu Singapura Hari Ini

(Sumber: Antara)