A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 491

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 491
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 53
Function: author

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 91

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 91
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 92

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 92
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp854 Triliun, Masih Bisa Bertambah - Ntvnews.id

Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp854 Triliun, Masih Bisa Bertambah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 11:20
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Markas Besar Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. (Foto: Antara) Markas Besar Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. (Foto: Antara) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran terus membengkak. Berdasarkan perkiraan terbaru Pentagon yang diperoleh Reuters, militer AS telah menghabiskan lebih dari US$47 miliar atau sekitar Rp854 triliun (berdasarkan kurs Rp18.180 per dolar AS) untuk membiayai konflik tersebut.

Angka ini lebih dari 25% di atas perkiraan Departemen Pertahanan AS pada Juli lalu. Pentagon belum memublikasikan estimasi terbaru tersebut dan tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Lonjakan biaya perang terjadi ketika Partai Republik menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November. Pemilu tersebut akan menentukan partai yang menguasai Kongres AS selama dua tahun ke depan.

Dampak konflik terhadap harga energi global turut membebani dukungan bagi kandidat Partai Republik dan menekan tingkat persetujuan Presiden Donald Trump. Partai Republik saat ini hanya memiliki keunggulan tipis di kedua kamar Kongres.

Biaya Amunisi Jadi Komponen Terbesar

Perkiraan terbaru Pentagon mencakup biaya operasional militer selama perang, termasuk kebutuhan untuk mengganti persenjataan yang telah digunakan.

Dari total tersebut, lebih dari US$29 miliar (Rp527 triliun) diperkirakan dibutuhkan untuk mengganti amunisi yang dikerahkan dalam konflik.

Sementara itu, lebih dari US$6 miliar (Rp109 triliun) lainnya dialokasikan untuk mengganti peralatan militer dan kerugian platform, termasuk pesawat serta sejumlah besar drone yang hilang selama perang.

Angka tersebut menunjukkan besarnya beban finansial yang harus ditanggung militer AS untuk mempertahankan operasi tempurnya di Iran.

Strategi Perang Trump Berubah

Trump melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel pada Februari lalu. Saat itu, dia memperkirakan konflik akan berlangsung singkat.

Strategi awal militer AS mengandalkan rudal presisi canggih dengan biaya tinggi untuk menghancurkan sistem pertahanan Iran.

Setelah pertahanan lawan melemah, militer AS direncanakan beralih menggunakan amunisi yang lebih murah dan tersedia dalam jumlah besar, termasuk bom gravitasi JDAM yang diluncurkan dari pesawat.

Namun, gencatan senjata pada April memberi Iran kesempatan untuk menggali kembali fasilitas penyimpanan bawah tanah.

Langkah tersebut memungkinkan Teheran mengaktifkan kembali sejumlah sistem pertahanan, rudal, dan drone yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Setelah itu, Trump memberlakukan blokade laut terhadap Iran untuk memutus pendapatan negara tersebut dari ekspor minyak.

Langkah ini juga membuka kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur setelah pemilihan paruh waktu.

Sejumlah pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengatakan Pentagon telah menyiapkan rencana untuk kembali melancarkan pertempuran besar jika mendapat perintah.

Biaya Perang Belum Sepenuhnya Terhitung

Estimasi terbaru Pentagon meningkat dibandingkan perkiraan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Juli lalu, yang menempatkan biaya perang di angka US$37,5 miliar (Rp681 triliun).

Meski mencakup berbagai pengeluaran operasional, mulai dari misi penerbangan hingga dukungan siber, perhitungan tersebut belum secara jelas memasukkan seluruh biaya yang diperkirakan diperlukan untuk memperbaiki pangkalan militer AS yang rusak akibat serangan rudal dan drone Iran.

Dengan demikian, total biaya perang berpotensi terus bertambah apabila kerusakan infrastruktur militer dan kebutuhan operasi lanjutan ikut diperhitungkan.