Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) siang. Massa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan hingga persoalan pendidikan, pemberantasan korupsi, dan penegakan hak asasi manusia (HAM).
Peserta aksi tiba di lokasi menggunakan angkutan kota (angkot) berwarna merah yang berhenti di dekat Halte Transjakarta Tosari. Setelah turun, mereka bergerak menuju tepi kolam di sekitar Patung Selamat Datang.
Aparat kepolisian yang sebelumnya berjaga di Pos Polisi Thamrin kemudian mengambil posisi di kedua sisi massa. Para demonstran mengangkat tiga jari, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, serta membentangkan spanduk dan poster berisi kritik terhadap pemerintah.
Di depan pos polisi, tiga pria terlihat menjalani pemeriksaan oleh petugas. Polisi menemukan sejumlah alat mekanik dan petasan. Sementara itu, kelompok demonstran lainnya datang dari arah Hotel Pullman dan bergabung dengan massa yang lebih dahulu berkumpul.
Dalam aksi tersebut, Komite Sadar membawa lima tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan publik, pengelolaan anggaran negara, hingga perlindungan hak warga.
Tuntutan pertama berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Komite Sadar mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya. Mereka juga meminta korporasi yang bertanggung jawab diproses secara hukum dan integrasi tata kelola lahan segera dituntaskan.
Baca Juga: Truk Kontainer Hantam Beton di Karawang, Sopir Tewas Terjepit
Pada sektor ekonomi dan anggaran negara, mahasiswa meminta APBN digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka menolak pengeluaran yang dinilai berlebihan untuk kepentingan politik melalui program populis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tuntutan ini turut disuarakan oleh SEMA UGM.
Persoalan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi sorotan. Mengacu pada tuntutan BEM UI, Komite Sadar meminta pemerintah menekan biaya pendidikan, memperluas pemerataan layanan dasar, serta menyediakan lapangan kerja yang berkualitas.
Mahasiswa turut menyoroti akses terhadap air minum perpipaan dan keterbatasan jumlah dokter di puskesmas. Mereka menilai pemenuhan kebutuhan dasar tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat memperoleh layanan yang layak.
Dalam tuntutan berikutnya, massa mendesak penghentian penyalahgunaan kekuasaan dan penggunaan hukum untuk melayani kepentingan penguasa. Pemerintah juga diminta memperkuat pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Terakhir, Komite Sadar menuntut pemulihan kebebasan berpendapat, penuntasan kasus pelanggaran HAM, serta penghentian militerisasi di ruang sipil. Mereka menyinggung kasus meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan setelah dilindas kendaraan Brimob saat demonstrasi, serta kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang disebut berkaitan dengan aktivitasnya menentang militerisasi.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan desakan agar pemerintah mengevaluasi kebijakan publik, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan memastikan perlindungan hak-hak masyarakat.
Demo di Bundaran HI (Threads)