Ntvnews.id, Jakarta - CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), Vico Lomar, menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan menyusul insiden akses tanpa izin terhadap platform pengelolaan data perusahaan. Berdasarkan hasil investigasi internal awal, insiden tersebut berdampak pada data hingga sekitar 5,7 juta akun pelanggan.
Baca juga: Daftar 8 Bos Perusahaan yang Dipanggil Pemerintah Singapura soal Karhutla
Dalam keterangan resminya, Fore mengonfirmasi adanya pihak yang tidak berwenang mengakses sebagian data pelanggan melalui salah satu platform yang digunakan perusahaan. Setelah aktivitas tersebut teridentifikasi, Fore mengaku langsung mengambil langkah untuk menghentikan akses dan mengamankan sistem terkait dalam kurun waktu 24 jam.
Data yang berpotensi terdampak berbeda untuk setiap pelanggan. Informasi tersebut dapat mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar pada aplikasi Fore, PIN dalam bentuk hashed, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
Fore menegaskan tidak pernah meminta maupun menyimpan informasi nomor induk kependudukan (NIK) dan foto kartu tanda penduduk (KTP) pelanggan. Perusahaan juga menyatakan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan debit, tidak terdampak karena disimpan pada platform terpisah.
Untuk menangani insiden tersebut, Fore mengaku telah melakukan pengujian keamanan, memperbaiki kerentanan yang ditemukan, memperbarui platform ke versi terbaru, serta menerapkan langkah-langkah pengamanan tambahan.
Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber profesional untuk melakukan investigasi forensik lebih lanjut terhadap aplikasi Fore, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lainnya yang relevan. Hingga kini, proses investigasi tersebut masih berlangsung.
Laporkan ke Komdigi
Fore (Instagram)
Selain itu, Fore menyatakan telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) serta terus berkoordinasi dengan otoritas terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai langkah pencegahan, perusahaan menghubungi pelanggan yang terdampak secara langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta segera mengganti PIN akun Fore atau membuat PIN apabila belum memilikinya. Mereka juga diimbau mengganti PIN pada akun lain apabila menggunakan kombinasi yang sama.
Fore turut menerapkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) untuk proses masuk ke akun melalui perangkat baru guna memberikan perlindungan tambahan.
Vico Lomar mengatakan perusahaan memahami kekhawatiran yang muncul akibat insiden tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak.
“Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami,” ujar Vico.
Ia menambahkan, perusahaan berfokus mendukung pelanggan yang terdampak, menuntaskan investigasi secara menyeluruh, serta memperkuat sistem dan tata kelola keamanan berdasarkan hasil evaluasi insiden tersebut.
Fore menyebut hingga saat ini belum menemukan indikasi penyalahgunaan informasi yang diakses. Meski demikian, perusahaan mengimbau pelanggan meningkatkan kewaspadaan terhadap telepon, SMS, email, maupun pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Fore.
Pelanggan juga diingatkan untuk tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun. Fore menyatakan akan terus mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan hasil investigasi dan menyampaikan perkembangan material setelah informasi tersebut terverifikasi.
Fore (Website Fore)