Ntvnews.id, Riyadh - Seorang warga Arab Saudi mengalami luka ringan setelah serpihan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi berhasil dicegat di wilayah udara Riyadh pada Kamis, 29 Oktober 2026. Puing-puing rudal tersebut kemudian jatuh dan menyebabkan kerusakan pada sebuah rumah serta satu kendaraan.
Juru bicara Pertahanan Sipil Arab Saudi menyampaikan bahwa aparat di Riyadh langsung melakukan penanganan setelah kedua rudal yang diluncurkan dari Yaman berhasil dihancurkan.
“Pihak berwenang di Riyadh segera bertindak setelah dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman berhasil dicegat dan dihancurkan,” ujar seorang juru bicara Pertahanan Sipil, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat, 30 Oktober 2026.
Pihak Pertahanan Sipil juga memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan darurat langsung diberlakukan menyusul insiden jatuhnya puing-puing rudal tersebut.
Ketegangan antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi dilaporkan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut berlangsung di tengah operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok pemberontak tersebut.
Baca Juga: Pejabat Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Temui Iran, Ada Apa?
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, kelompok Houthi mengumumkan telah melancarkan enam serangan terhadap sejumlah sasaran strategis di wilayah Arab Saudi.
Target serangan tersebut meliputi Kilang Minyak Ras Tanura dan Rabigh, fasilitas Saudi Aramco di Abqaiq, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Houthi mengklaim seluruh serangan berhasil mengenai sasaran yang dituju. Mereka juga menyebut serangan tersebut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Dammam.
Selain itu, kelompok tersebut mengklaim serangan terpisah terhadap fasilitas komando militer di Najran telah menimbulkan korban jiwa di pihak pasukan Arab Saudi.
Rangkaian serangan terbaru itu merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas bertajuk Operation Dawn of Yemen. Operasi tersebut diluncurkan oleh pasukan pendukung pemerintah Yaman dengan tujuan mengusir para pejuang Houthi dari sejumlah posisi mereka di garis depan pertempuran.
Bendera Arab Saudi (Arab News)