Serangan Drone Rusia Hantam Stasiun Kereta di Ukraina, 13 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 08:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah pusat perbelanjaan di Kiev, Ukraina, Minggu, 24 Mei 2026. Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah pusat perbelanjaan di Kiev, Ukraina, Minggu, 24 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Serangan drone Rusia menyasar sebuah stasiun kereta api di Kota Dnipro, Ukraina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengonfirmasi jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut. Ia menyebut sedikitnya lima orang juga mengalami luka-luka.

"Tiga belas orang tewas dalam serangan Rusia di Dnipro. Setidaknya, lebih dari lima orang terluka," kata Ganzha, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 30 Oktober 2026.

Wali Kota Dnipro, Borys Filatov, turut menyampaikan bahwa serangan drone tersebut menghantam kereta listrik yang digunakan masyarakat sipil.

"Banyak orang tewas, banyak orang terluka," ungkap Filatov.

Sementara itu, operator perkeretaapian Ukraina, Ukrainian Railways, melaporkan bahwa stasiun kereta Dnipro menjadi sasaran drone Rusia yang menggunakan mesin bertenaga jet.

Dalam keterangannya melalui Instagram, operator tersebut menyebut serangan menghantam salah satu peron ketika kereta penumpang dengan nomor perjalanan 866 rute Dnipro-Zaporizhzhia sedang berada di lokasi.

"Serangan tersebut mengenai salah satu peron tempat kereta api No. 866 Dnipro-Zaporizhzhia berada saat itu," demikian tulis mereka di Instagram.

Baca Juga: Rumania Siagakan Jet Tempur F-16 usai Tiga Drone Terdeteksi Dekat Perbatasan Ukraina

Pihak operator kereta api sebenarnya telah mengeluarkan peringatan sebelum serangan terjadi. Namun, sejumlah warga masih berada di sekitar kawasan stasiun ketika drone menghantam lokasi tersebut.

Serangan terhadap infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang apabila terbukti melanggar ketentuan hukum humaniter internasional.

Sejak melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia berulang kali menggunakan drone untuk menyerang berbagai wilayah negara tersebut. Serangkaian serangan itu dilaporkan telah menghancurkan ratusan lokomotif serta menyebabkan banyak pekerja sektor perkeretaapian kehilangan nyawa.

Perang Rusia-Ukraina kini telah berlangsung lebih dari empat tahun. Hingga saat ini, belum terlihat perkembangan signifikan yang mengarah pada penghentian pertempuran melalui kesepakatan gencatan senjata.

Sejumlah komunitas dan organisasi internasional terus mendorong kedua negara agar menghentikan konflik. Berbagai usulan perdamaian juga telah diajukan kepada Moskow dan Kyiv untuk mengakhiri peperangan.

Namun, hingga kini belum ada satu pun proposal perdamaian yang berhasil mendapatkan persetujuan dari kedua pihak.