Ntvnews.id, Guetemala - Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Guatemala membuat geger para pelayat setelah dilaporkan kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat berada di dalam peti mati. Peristiwa tersebut terjadi ketika keluarga tengah mempersiapkan upacara pemakamannya.
Dilansir dari AFP, Jumat, 30 Oktober 2016, Remaja bernama Yuleidy Ixcotoyac itu sebelumnya kehilangan kesadaran hingga sang ayah, Abraham Ixcotoyac, mengira putrinya telah meninggal dunia.
Peristiwa mengejutkan tersebut berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Kota Sacapulas, Departemen Quiché, Guatemala. Kemunculan kembali tanda-tanda kehidupan pada Yuleidy sontak membuat orang-orang yang hadir terkejut.
Dalam video yang beredar, Yuleidy terlihat dalam posisi duduk dengan tubuh ditopang oleh sejumlah orang. Ia kemudian diberi air minum menggunakan sebuah cangkir.
Baca Juga: Korut Tembakkan 12 Rudal Balistik ke Laut Timur di Tengah Ketegangan dengan Korsel
Sejumlah orang juga terlihat mengangkat Yuleidy keluar dari peti mati dan memindahkannya ke kursi. Beberapa di antaranya berusaha memberikan pertolongan dengan memijat bagian tubuh remaja tersebut.
Mengutip wawancara dengan saluran berita lokal TV Sac, Abraham mengaku sempat memeriksa denyut nadi dan pernapasan putrinya sebelum menyimpulkan bahwa Yuleidy telah meninggal dunia.
Abraham mengatakan dirinya tidak membawa sang anak ke rumah sakit karena tidak menemukan tanda-tanda kehidupan. Ia kemudian membeli peti mati dan membawa Yuleidy pulang ke rumah.
Namun, situasi berubah ketika Yuleidy dilaporkan kembali sadar sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat kejadian itu berlangsung, Abraham sedang berada di luar rumah.
Abraham menganggap kejadian tersebut sebagai mukjizat keagamaan lantaran putrinya kembali memperlihatkan tanda-tanda kehidupan setelah sebelumnya diduga telah meninggal dunia.
Sementara itu, Yuleidy mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan nyeri di bagian dada sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Ilustrasi Peti Mati (Jappanese Station)