Ntvnews.id, Moskow - Tiga perempuan warga negara Italia dilaporkan hilang setelah terlibat dalam kecelakaan tabrakan dua kereta penumpang di Provinsi Toledo, Spanyol, pada 28 Oktober 2026. Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan, ketiganya termasuk dalam sembilan warga Italia yang teridentifikasi terdampak insiden tersebut.
Dalam keterangan resminya pada Kamis, 29 Oktober 2026, kementerian menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh berdasarkan daftar penumpang kereta cepat Iryo dan data awal penumpang kereta Renfe. Proses identifikasi dan pencarian terhadap para penumpang yang belum ditemukan masih menjadi perhatian otoritas terkait.
"Berdasarkan daftar penumpang kereta Iryo dan informasi awal mengenai kereta Renfe, sejauh ini sembilan warga Italia telah teridentifikasi sebagai pihak yang terdampak insiden tersebut," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Dari sembilan warga Italia tersebut, lima orang ditemukan dalam kondisi stabil, sementara satu penumpang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit di Toledo. Adapun tiga orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Lima penumpang dari kedua kereta ditemukan dalam kondisi stabil, satu penumpang lainnya dirawat di rumah sakit di Toledo, sementara tiga orang lainnya dilaporkan hilang,” kata mereka.
Baca Juga: Korban Selamat Kenang Detik-Detik Mengerikan Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol
Kementerian Luar Negeri Italia terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Italia dan konsulat jenderal di Madrid untuk memantau perkembangan penanganan kecelakaan. Upaya tersebut dilakukan guna memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi warga Italia yang terdampak.
Atas instruksi Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, petugas konsuler juga dikerahkan untuk mendatangi sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian. Mereka turut mengunjungi pusat-pusat penampungan sementara bagi para penyintas guna mengumpulkan informasi dan memberikan pendampingan kepada warga Italia yang membutuhkan bantuan.
Kecelakaan tersebut juga berdampak pada warga negara lain. Surat kabar Spanyol El Pais, dengan mengutip keterangan sejumlah kedutaan besar asing di Spanyol, melaporkan bahwa warga Argentina, Jepang, Filipina, Korea Selatan, dan China termasuk di antara korban meninggal maupun terluka.
Seorang warga Argentina dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah penumpang berkewarganegaraan Jepang, China, Filipina, dan Korea Selatan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Di tengah proses pencarian dan identifikasi korban, otoritas setempat belum menutup kemungkinan adanya tambahan korban meninggal dunia. Esther Padilla, juru bicara pemerintah wilayah otonom Castilla-La Mancha, mengatakan masih ada kemungkinan jenazah ditemukan di bawah puing-puing kereta yang hancur akibat benturan.
Baca Juga: Spanyol Umumkan Hari Berkabung Nasional Usai Kecelakaan Kereta
"Seluruh tim penyelamat masih bekerja dengan sangat hati-hati karena kami belum dapat memastikan bahwa tidak ada lagi korban meninggal di antara puing-puing logam yang ringsek," katanya kepada media penyiaran Spanyol RTVE.
Dua kereta penumpang dilaporkan bertabrakan di Provinsi Toledo pada 28 Oktober. Insiden tersebut disebut terjadi setelah gangguan komputer melumpuhkan sistem keselamatan kereta.
Pihak berwenang menyebut jumlah korban meninggal dunia telah mendekati 70 orang. Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Spanyol menyatakan belum menerima laporan mengenai warga negaranya yang terdampak kecelakaan tersebut. Informasi itu disampaikan kedutaan kepada kantor berita RIA Novosti.
Hingga kini, pencarian korban yang belum ditemukan serta proses identifikasi masih menjadi bagian penting dari penanganan pascakecelakaan, termasuk upaya memastikan keberadaan tiga perempuan Italia yang dilaporkan hilang.
(Sumber: ANTARA)
Petugas layanan darurat