Ntvnews.id, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, kini dibangun dengan desain tanpa pilar penyangga di bagian tengah. Konsep tersebut diterapkan agar konstruksi lebih siap menghadapi tantangan alam, terutama saat banjir.
AHY meninjau hasil pembangunan ulang jembatan tersebut setelah infrastruktur itu sebelumnya terputus akibat banjir pada Maret 2025.
Dalam kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut.
"Apresiasi Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum) atas gerak cepat jajarannya merekonstruksi infrastruktur vital ini. Pemerintah provinsi, Pak Wali Kota yang telah mengawal, termasuk masyarakat yang telah membantu sehingga jembatan bisa berfungsi kembali untuk memudahkan mobilitas," kata AHY di Bekasi, Jumat, 30 Oktober 2026.
Baca Juga: Menko AHY Dorong Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Perkuat Kepatuhan Tata Ruang
Ia menjelaskan, pembangunan ulang dilakukan dengan menerapkan konsep konstruksi berbeda dari jembatan sebelumnya. Jika struktur lama menggunakan tiang penyangga di bagian tengah, jembatan yang baru memiliki bentang hampir 80 meter tanpa pilar tengah.
Desain tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko sampah yang terbawa aliran air dari hulu tersangkut pada penyangga jembatan. Kondisi tersebut sebelumnya berpotensi menambah beban konstruksi ketika debit air meningkat. Selain itu, posisi jembatan juga ditinggikan agar memiliki jarak aman dari permukaan air ketika banjir mencapai ketinggian tertinggi.
Jembatan yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran Rp60 miliar itu telah melewati pengujian beban. Hasil pengujian menunjukkan konstruksi mampu menahan kapasitas hingga satu ton per meter persegi, termasuk melalui uji coba dengan iring-iringan kendaraan bermuatan besar.
AHY berharap beroperasinya kembali jembatan tersebut dapat memperlancar aktivitas masyarakat. Ia juga mengaitkan pembangunan infrastruktur itu dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar fasilitas dasar memberikan manfaat langsung, mulai dari meningkatkan keselamatan dan kenyamanan hingga membuka kesempatan ekonomi bagi warga.
Baca Juga: Menko AHY: Kedaulatan Bangsa Harus Ditopang Infrastruktur dan Ketahanan Nasional yang Kuat
Menurut AHY, ketahanan infrastruktur juga perlu diperhatikan menjelang akhir tahun karena curah hujan diperkirakan semakin tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan banjir di wilayah hilir tidak terlepas dari kondisi kawasan hulu.
"Apa yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu. Jika terjadi kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, berkurangnya daerah resapan hingga sedimentasi dan buang sampah sembarangan, dampaknya pasti akan dirasakan oleh masyarakat hilir di Kota Bekasi ini," ujar dia.
Sementara itu, Plt Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PU Gatot Sukmara menjelaskan proyek pembangunan Jembatan Kemang Pratama dikerjakan selama 300 hari kalender atau sekitar 10 bulan, terhitung sejak Oktober 2025 hingga Agustus 2026. Masa pemeliharaan dijadwalkan berlangsung sampai Agustus 2027 sebelum jembatan diserahterimakan.
Secara teknis, penanganan infrastruktur mencakup ruas sepanjang 410 meter dengan bentang jembatan 78 meter dan lebar sembilan meter. Pekerjaan tersebut juga meliputi pembangunan rigid pavement serta pengaspalan sepanjang 332 meter.
Gatot memperkirakan keberadaan jembatan yang kembali berfungsi dapat memangkas waktu perjalanan dan mengurangi kemacetan. Infrastruktur tersebut juga menghubungkan sejumlah fasilitas penting, seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan.
"Jembatan Kemang Pratama juga didesain untuk mengurangi hambatan aliran air terhadap hanyutan serta menambah ruang bebas daerah aliran sungai. Jadi selain meningkatkan mobilitas warga juga meminimalisir dampak banjir," kata dia.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau konstruksi hasil pembangunan ulang Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 30 Oktober 2026. (Antara)