A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: foreach() argument must be of type array|object, string given

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

500.000 Orang Diperkirakan Turun ke Jalan dalam Demo Lanjutan di Prancis - Ntvnews.id

500.000 Orang Diperkirakan Turun ke Jalan dalam Demo Lanjutan di Prancis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Okt 2026, 12:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi di dekat Porte de Vincennes dalam sebuah demonstrasi di Paris, Prancis Arsip - Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi di dekat Porte de Vincennes dalam sebuah demonstrasi di Paris, Prancis (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekitar 500.000 orang diprediksi mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Aksi tersebut digelar untuk memprotes kenaikan biaya hidup yang terus membebani masyarakat.

Demonstrasi ini menjadi aksi unjuk rasa pada Sabtu ketiga secara berturut-turut di Prancis sejak 17 Oktober 2026. Sejumlah serikat pekerja dan perwakilan Gerakan Rompi Kuning turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyampaian aspirasi tersebut.

Stasiun radio RMC melaporkan bahwa demonstrasi di luar wilayah Paris diperkirakan melibatkan hingga 350.000 orang.

Sementara itu, radio Europe 1, dengan mengutip data intelijen, memperkirakan jumlah peserta aksi di Paris mencapai 100.000 hingga 150.000 orang.

Berdasarkan perkiraan tersebut, total demonstran yang akan turun ke jalan di seluruh Prancis pada Sabtu diprediksi mencapai sekitar 500.000 orang.

Baca Juga: Demo Protes Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

Mengantisipasi aksi berskala besar itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyampaikan bahwa pemerintah akan menurunkan 70.000 personel kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Pernyataan tersebut disampaikan Nunez dalam konferensi pers pada Kamis, 29 Oktober 2026, menjelang pelaksanaan demonstrasi pada 31 Oktober.

Gelombang protes di Prancis sendiri mulai muncul pada pertengahan September 2026. Aksi tersebut awalnya digerakkan oleh para siswa sekolah menengah atas di pinggiran Paris yang menuntut perbaikan kondisi sekolah mereka.

Seiring waktu, demonstrasi semakin meluas setelah berbagai kelompok masyarakat bergabung untuk menyuarakan keberatan terhadap kenaikan harga barang. Aksi protes kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di negara tersebut.

Baca Juga: Buntut Demonstrasi, Prancis Umumkan Reformasi Pendidikan

Demonstrasi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober 2026. Berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri Prancis, aksi tersebut diikuti sekitar 550.000 orang.

(Sumber: Antara)