Kemlu Sebut Rusia Kritik Praktik Perusak Perdagangan di G20

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Nov 2026, 12:05
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G20, Sabtu (31/10) di Atlanta, Amerika Serikat. Ilustrasi - Pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G20, Sabtu (31/10) di Atlanta, Amerika Serikat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Rusia, melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (31/10), menyampaikan pandangan dan penilaian kritisnya terkait berbagai tindakan yang dinilai merusak sistem perdagangan internasional dalam forum pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, pada 30–31 Oktober 2026.

Delegasi Rusia yang dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyoroti sejumlah praktik destruktif yang mencakup pencegatan kapal-kapal niaga, penerapan sanksi sepihak, hingga penyitaan aset negara.

“Kami memberikan penilaian komprehensif terkait tindakan destruktif yang merusak perdagangan internasional, termasuk pencegatan kapal niaga, sanksi, penyitaan aset, dan metode curang lainnya,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam ringkasan pertemuan tersebut.

Di samping menyoroti hambatan perdagangan global, Rusia dalam forum G20 di bawah kepresidenan AS tersebut juga menekankan urgensi penguatan tatanan dunia multipolar, reformasi sistem tata kelola ekonomi global, serta perlawanan terhadap praktik persaingan tidak sehat dan neokolonialisme.
 

Kendati demikian, di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global tersebut, Moskow menegaskan kembali komitmennya untuk terus berperan sebagai pemasok utama yang andal dalam menyediakan pasokan sumber daya energi, pangan, serta pupuk bagi negara-negara yang membutuhkan di seluruh dunia.
 
(Sumber: Antara)