Ntvnews.id, Jakarta -Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, mengungkapkan rasa haru serta kekagumannya saat menyaksikan kehadiran ribuan warga Indonesia yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Ahad (01/11), untuk mengikuti peresmian pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026.
“Ini pertama kalinya saya hadir dalam peringatan ini. Saya begitu terkesan ribuan orang Indonesia hadir untuk mendukung dan menyampaikan solidaritas untuk rakyat Palestina,” ujar Dubes Abdulfattah usai menghadiri peresmian acara tersebut.
Ia juga menyoroti keunikan bentuk solidaritas yang ditunjukkan oleh Indonesia. Jika komunitas internasional secara universal memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina setiap tanggal 29 November, Indonesia justru mendedikasikan rangkaian kegiatan dukungan secara penuh selama sebulan penuh. “Dukungan rakyat Indonesia untuk Palestina ini sangat luar biasa,” tambahnya.
Menurut Dubes Abdulfattah, rangkaian kegiatan BSP ini memberikan dampak psikologis dan moril yang sangat besar bagi bangsanya, karena secara tidak langsung turut membakar semangat perjuangan rakyat Palestina dalam menggapai kemerdekaan dari penjajahan.
“Sangat positif bagi bangsa Palestina karena ini secara tidak langsung menjadi dukungan yang dapat mereka rasakan baik di Gaza, Tepi Barat dan juga di Yerusalem. Kalian berkorban, kami berkorban dan kita adalah satu bangsa, terus bersama hingga Palestina merdeka,” tegasnya.
Sementara itu, Aqsa Working Group (AWG) secara resmi membuka rangkaian Bulan Solidaritas Palestina 2026 dengan mengusung tema utama "Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina".
Pembukaan akbar (Grand Opening) tahun ini tampil berbeda dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena diselaraskan dengan penyelenggaraan Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR). Dalam apel tersebut, barisan defile relawan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum UAR Endang Sudrajat menampilkan lima elemen penting, yakni tim penyelamat, tim medis, jurnalis, tim konstruksi, hingga para aktivis sosial.
Rangkaian panjang agenda Bulan Solidaritas Palestina 2026 ini selanjutnya akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, di antaranya Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina pada 8 November, Summit for Palestine pada 14–15 November, serta diskusi khusus jurnalisme pada 19 November mendatang.
Menjelang akhir rangkaian kegiatan, agenda akan dilanjutkan dengan Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, serta aksi damai Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November yang dipusatkan hingga ke Masjid Istiqlal sekaligus menjadi seremoni penutupan BSP 2026 yang bertepatan langsung dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.
(Sumber: Antara)
Ribuan rakyat Indonesia menghadiri peresmian Bulan Solidaritas Palestina 2026 di Monas, Jakarta, Ahad (1/11/2026). (Antara)