Ntvnews.id, Jakarta - Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin mengumumkan penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan atau akses ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat lainnya.
Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial LSP, ASN, dan EH. Sementara itu, satu orang lainnya berinisial SU masih diperiksa oleh penyidik sebagai saksi.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH. Sementara satu orang lainnya, yakni saudara SU, masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Para tersangka diduga melakukan penyadapan tanpa prosedur terhadap nomor telepon Presiden," demikian keterangan yang disampaikan.
"Saya jelaskan dikit kronologis, tahun 2025 hingga 2026, para tersangka merintahkan penyadapan tanpa produser, dimasukkan dalam server system tanpa verifikasi, nomor nomor tersebut disadap, tanpa ada proses hukum yang berlaku," ujarnya.
Sebelumnya, Beredar isu sejumlah jenderal Polri ditangkap. Beberapa jenderal disebut memiliki pangkat bintang dua atau inspektur jenderal (irjen).
Mereka ditangkap oleh Brimob dan kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Markas Besar (Mabes) Polri yang dikonfirmasi terkait rumor tersebut, tak membantah. Walau begitu, Polri juga tidak membenarkan.
Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir yang ditanyai para wartawan terkait hal itu, seakan memberi 'kode' bahwa peristiwa yang dikabarkan berlangsung tadi malam tersebut benar adanya.
"Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)," ujar Isir seraya tersenyum yang diikuti pejabat Divisi Humas Polri lainnya, dalam konferensi pers, Gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Isir pun berjanji akan menyampaikan informasi yang tengah ramai digunjingkan para wartawan tersebut.
"Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya," jelas Isir masih sambil tersenyum.
Para wartawan sendiri sempat menyaksikan sejumlah Brimob mendatangi area Mabes Polri. Kondisi ini disebut jarang terjadi. Peristiwa itu, terjadi sejak sore dan malam hari kemarin.
Beredar informasi liar bahwa kasus yang menjerat para jenderal Polri ialah kasus penyadapan. Ada pula yang menyebut bahwa kasusnya ialah terkait judi online (judol) hingga kasus korupsi.
Walau begitu, hingga kini semua rumor tersebut belum terkonfirmasi oleh pihak terkait.
Baca Juga: Mabes Polri Akan Gelar Konferensi Pers
Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi penyelesaian kendala regulasi penjualan obat di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (Antara)