Eks Kapolri Sadap Presiden, Sekjen Gerindra: Kita Kebobolan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 16:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Sekjen Gerindra Sugiono Sekjen Gerindra Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengakui adanya dugaan kebobolan dalam sistem pengamanan komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut dugaan penyadapan tersebut diduga berasal dari lingkungan pemerintahan sendiri.

Menurut Sugiono, keterlibatan pihak dari institusi yang berada di bawah Presiden dalam dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk insubordinasi yang perlu didalami lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya motif yang mengarah pada makar.

"Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan ya ini dari dalam sendiri kan? Dari dalam pemerintahan sendiri. Makanya itu yang saya katakan, ini bisa saja diterjemahkan sebagai satu subordinasi yang mengarah," kata Sugiono yang juga sekaligus Menko Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (PMK) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Baca Juga: Prabowo Bakal Evaluasi Kabinet, Reshuffle Mendadak dalam Waktu Dekat?

Presiden Prabowo Subianto memberi tanda kehormatan kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto memberi tanda kehormatan kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. (Antara)

Di sisi lain, Sugiono menyampaikan Partai Gerindra akan memperkuat konsolidasi internal untuk menyikapi perkembangan kasus tersebut. Hal ini mengingat Prabowo merupakan Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.

Ia juga menyebut komunikasi dengan partai politik lain berpeluang dilakukan guna membahas persoalan yang menyangkut kepala negara tersebut. Namun, koordinasi lintas partai akan dilakukan pada waktu yang tepat.

"Ya, tentu saja, tentu saja. Saya juga akan melakukan konsolidasi sama rekan-rekan, bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami. (Komunikasi dengan partai lain) Saya kira pada waktunya itu akan dilakukan," ujarnya.