Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: libraries/General.php
Line Number: 87
Backtrace:
File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler
File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular
File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once
Ntvnews.id, Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk menghentikan sementara pembekuan penjualan senjata ofensif kepada Arab Saudi dalam beberapa minggu ke depan.
Dilansir dari Al Arabiya, Senin, 27 Mei 2024, menyatakan bahwa penjualan senjata akan kembali dilanjutkan dengan signifikan, terutama untuk jenis senjata tertentu, meskipun belum ada rincian lebih lanjut yang tersedia. Alasan di balik keputusan AS ini belum jelas.
Di bawah Presiden Joe Biden, pemerintah AS pada awalnya menargetkan negara-negara Teluk dengan sejumlah langkah kebijakan luar negeri.
Mohammed bin Salman (Daily Mail)
Langkah-langkah itu mencakup pencabutan penetapan teror untuk kelompok pemberontak Houthi di Yaman, meskipun ada pertentangan kuat dari sekutu-sekutu tradisional AS di Teluk dan kawasan Arab, dan membekukan apa yang disebut sebagai penjualan senjata "ofensif".
Baca Juga:
Kocak! Majikan Asal Arab Saudi Sambutan di Pernikahan ART di Indonesia, Warga Malah Jawab Aamiin
Sejak saat itu, Arab Saudi telah memfasilitasi perundingan damai dan menjalin jalur komunikasi langsung dengan kelompok Houthi, yang telah meluncurkan roket, rudal, dan drone bermuatan peledak ke arah Riyadh selama bertahun-tahun.