Ntvnews.id, Aceh - Gempa bumi telah terjadi di Banda Aceh dengan berkekuatan 5,2 magnitudo, pada 30 Maret 2025.
Namun, hingga Rabu, 2 April 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 53 kali telah terjadi gempa susulan, dengan beberapa di antaranya cukup terasa oleh masyarakat.
Baca Juga: Gempa Bumi 6,3 Magnitudo Guncang Maluku
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengungkapkan bahwa tujuh dari puluhan gempa susulan memiliki magnitudo berkisar antara 2,8 hingga 3,5.
Meski demikian, BMKG memastikan bahwa aktivitas gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Lihat postingan ini di Instagram
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik,” kata Andi dikutip dari media sosial, pada Kamis, 3 April 2025.
BMKG menyebut bahwa gempa susulan ini disebabkan oleh aktivitas sesar Seulimeum, salah satu patahan aktif di Aceh.
Gempa utama yang mengguncang pada 30 Maret 2025 termasuk dalam kategori gempa dangkal dengan kedalaman hanya 12 kilometer. Pusat gempa terletak di Timur Laut Banda Aceh pada koordinat 5,63 Lintang Utara dan 95,47 Bujur Timur.
Getaran akibat gempa utama dan susulannya terasa di beberapa daerah dengan tingkat intensitas yang berbeda. Di Banda Aceh dan Aceh Besar, guncangan mencapai skala IV MMI, cukup kuat hingga membuat benda-benda ringan bergoyang dan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, di Pidie dan Sabang, intensitasnya berada pada skala II-III MMI, yang berarti guncangan dirasakan ringan hingga sedang.