Menlu RI Lepas Bantuan Gempa Myanmar dari Halim, Obat-obatan Hingga Nakes

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 12:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk korban gempa bumi di Myanmar. Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk korban gempa bumi di Myanmar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk korban gempa bumi di Myanmar. Bantuan ini mencakup obat-obatan, peralatan medis, serta tenaga kesehatan.

Bantuan tahap ketiga tersebut dilepas oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, yang bertindak atas nama Presiden Prabowo Subianto, dalam sebuah acara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis.

"Atas instruksi bapak presiden maka RI kirim bantuan kepada saudara kita yang terdampak di sana dan ini bagian dari tim yang kita kirim sejak 31 Maret lalu," ujar Menlu Sugiono dalam sambutannya saat memimpin upacara pelepasan bantuan.

Sugiono juga menyampaikan bahwa situasi keamanan dan politik di Myanmar hingga saat ini masih belum stabil. Selain itu, jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat bencana terus bertambah.

Baca Juga: Militer Myanmar Tembaki Rombongan Palang Merah China yang Bantu Korban Gempa

“Berdasarkan catatan yang kami miliki, sampai hari ini ada 2.886 korban jiwa dan 4.636 luka-luka. Sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang,” kata Menlu Sugiono.

“Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh KBRI di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban warga negara Indonesia,” tambahnya.

Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan medis, serta kebutuhan dasar lainnya, termasuk selimut dan tenda darurat.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk BNPB, Artha Graha Peduli, BAZNAS, Kementerian Pertanian, PMI, Kementerian Kesehatan, serta sektor swasta. Total bantuan yang dikirim memiliki bobot 124 ton dengan nilai mencapai Rp20,89 miliar.

Untuk mengangkut bantuan, pemerintah mengirimkan dua pesawat berisi personel dan delegasi resmi, serta satu pesawat tambahan untuk membawa logistik.

Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan pesawat kargo serta pesawat carter Garuda 747-800 yang membawa 65 personel dan delegasi resmi. Penerbangan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan rute Halim Perdanakusuma – Banda Aceh (RON) – Naypyidaw, Myanmar.

Baca Juga: Prabowo Bakal Berikan Bantuan Indonesia Secara Resmi ke Myanmar Hari Ini

Bantuan ini merupakan pengiriman ketiga yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu para korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025.

Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah tiba di Myanmar pada Senin, 31 Maret 2025 menggunakan pesawat Hercules A-1342. Bantuan tersebut seberat 12 ton dan terdiri atas berbagai kebutuhan darurat.

Bantuan tahap kedua dikirim pada Selasa, 1 April 2025 dengan mengikutsertakan Tim Aju Bantuan Indonesia yang beranggotakan 39 orang. Tim ini terdiri atas personel TNI, BNPB, Kementerian Luar Negeri, Basarnas, BAZNAS, serta Kementerian Kesehatan.

Bersama Tim Aju, turut diberangkatkan unsur pengamanan yang terdiri atas personel TNI serta kru pesawat yang dipimpin oleh Mission Commander Kolonel Pnb Beni Aprianto.

Tim tersebut diberangkatkan menggunakan Pesawat Hercules C-130J-30 Super Hercules A-1342, yang mampu membawa logistik dan peralatan dengan kapasitas muatan antara 12 hingga 15 ton.

Bantuan yang dikirim dalam pengiriman ini meliputi 20 unit tenda multifungsi, selimut, sarung, serta makanan siap saji dari Kementerian Pertahanan RI. Selain itu, ada tambahan logistik dari BNPB dan satu unit truk dari Basarnas yang akan digunakan dalam operasi di lokasi bencana.

Dalam sambutannya, Sugiono berpesan agar delegasi tetap memperhatikan faktor keselamatan diri dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Myanmar agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan optimal.

Upacara pelepasan bantuan diakhiri dengan penempelan stiker pada bantuan, peninjauan logistik, serta ucapan selamat jalan kepada delegasi yang bertugas.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI, Ketua BNPB Suharyato, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, serta Kapolda Metro Irjen Pol Karyoto.

 

x|close