Ferry Irwandi: Ahmad Sahroni Harus Bertanggung Jawab Atas Semua Kekacuan Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 14:38
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 November 2024. ANTARA/Melalusa Susthira K/am. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 November 2024. ANTARA/Melalusa Susthira K/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang kini telah dicopot, Ahmad Sahroni, dinilai turut andil dalam kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini. Termasuk peristiwa tewasnya pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Rimueng Brimob, saat bentrokan massa dengan polisi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025 malam.

Hal ini dinyatakan influencer Ferry Irwandi, dalam unggahan akun media sosialnya.

"Ingat @ahmadsahroni88 mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. Nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Ferry melalui akun Instagram, @irwandiferry, dikutip Jumat, 29 Agustus 2025.

Ferry mengaku tak takut dengan Sahroni. Dirinya tak gentar meski Sahroni kerap memenjarakan pihak yang bermasalah dengan politikus NasDem tersebut.

"Saya tidak peduli seberapa powerfull anda, seberapa kaya anda dan seberapa banyak orang yang anda sudah penjara," tuturnya.

Ferry pun meminta Sahroni turut bertanggung jawab atas kekacauan ini.

"Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik," jelasnya. 

Lebih lanjut, Ferry mengaku siap dipertemukan dengan Sahroni, baik di meja podcast maupun pengadilan.

"Mulut anda benar-benar sampah," tandas Ferry.

Sebelumnya, Sahroni menyebut pihak yang meminta DPR bubar ialah orang tolol sedunia. Diketahui, sebagian masyarakat kecewa dengan jumlah gaji dan tunjangan DPR RI yang dianggap tidak sedikit.

Uang bulanan tersebut diberikan, di tengah PHK massal atau pengangguran yang terus meningkat. Ditambah kinerja DPR yang dinilai publik tak cukup baik. Atas itu, sebagian masyarakat meminta DPR lebih baik dibubarkan saja.

x|close