A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis dan Influencer - Ntvnews.id

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis dan Influencer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jan 2026, 00:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Natalius Pigai Natalius Pigai (Humas Kementerian Hak Asasi Manusia)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan pemengaruh usai menyampaikan kritik terhadap penanganan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera pada akhir November 2025.

“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Pigai mengapresiasi siapa pun, termasuk para pemengaruh, yang menggunakan hak kebebasan berpendapat untuk menyampaikan kritik di ruang publik.

“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror terhadap Konten Kreator

Meski demikian, Pigai mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat perlu disertai kehati-hatian. Ia menilai dalam praktiknya kritik yang disampaikan kerap bergeser menjadi serangan terhadap kehormatan individu maupun institusi.

Ia juga menyebut tidak tertutup kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan narasi teror dengan berpura-pura menjadi korban demi meningkatkan jumlah pengikut dan interaksi di media sosial, sekaligus memicu gangguan kehormatan interpersonal.

Oleh karena itu, Pigai menegaskan pentingnya kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Selain itu, ia mengingatkan para influencer agar dalam menyampaikan kritik tidak serta-merta membingkai pemerintah sebagai pelaku. Menurutnya, hingga kini belum ada pihak yang dapat dipastikan bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera bagian utara tanpa melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Pigai juga menilai kebebasan berpendapat kerap diiringi praktik penggiringan opini dengan logika sesat, seperti serangan pribadi (ad hominem), manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan hubungan sebab-akibat.

Baca Juga: Teror Berlapis ke Influencer dan Aktivis, Polisi Dalami Kesamaan Pola Aksi

Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersikap rasional dan objektif serta tidak mudah terpengaruh oleh pola pikir tersebut, khususnya dalam menyikapi informasi di media sosial.

Terkait penanganan bencana di Sumatera, Pigai menyatakan pemerintah telah menunjukkan keseriusan melalui kerja nyata yang sistematis, masif, dan terencana.

Pemerintah, menurutnya, menjalankan dua tahapan utama, yakni tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak.

“Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Menteri HAM juga menolak keras segala bentuk pembingkaian yang menyudutkan pemerintah sebagai pelaku teror tanpa dasar hukum dan bukti yang sah. Ia menegaskan jika memang terdapat teror, pelakunya bukanlah negara atau aktor pemerintah.

Pigai menekankan pemerintah tetap menghormati sikap kritis dan demokratis dari siapa pun, termasuk para pemengaruh. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan tidak dimanipulasi demi kepentingan popularitas.

Baca Juga: Polda Metro Buru Pelaku Teror Bom Molotov dan Bangkai Ayam ke DJ Donny

Sebelumnya, sejumlah konten kreator dan pemengaruh dilaporkan menerima ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka, antara lain Ramon Dony Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.

DJ Donny telah melaporkan teror yang dialaminya kepada aparat kepolisian. Ia menyebut aksi tersebut terjadi dua kali, yakni pada Senin, 29 Desember 2025 dan Rabu, 31 Desember 2025 dini hari.

“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.

Sementara itu, Sherly Annavita melaporkan mobilnya dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, sedangkan Chiki Fawzi mengaku menerima ancaman secara digital. Para pemengaruh tersebut menyatakan teror yang dialami muncul setelah mereka menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatera.

Selain itu, Greenpeace Indonesia juga menyampaikan bahwa salah satu aktivisnya, Iqbal Damanik, menerima ancaman teror di kediamannya berupa pengiriman bangkai ayam disertai pesan ancaman tertulis.

“Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,” demikian pesan tersebut, dikutip dari pernyataan Greenpeace Indonesia melalui akun Instagram resminya.

(Sumber: Antara) 

x|close