Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat maraknya penyebaran konten bermuatan radikalisme di ruang digital sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data BNPT per Selasa, 30 Desember 2025, ditemukan 21.199 konten yang terindikasi mengandung unsur radikalisme, dengan sebagian besar sasaran mengarah pada generasi muda.
Dari sisi platform, media sosial Facebook dan Instagram menjadi saluran penyebaran terbanyak dengan total 14.314 konten. Selain itu, BNPT juga menemukan penyebaran konten radikalisme melalui TikTok sebanyak 1.367 konten dan platform X sebanyak 1.220 konten. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang digital masih menjadi medium utama penyebaran propaganda dan ideologi ekstrem.
BNPT mengidentifikasi setidaknya tiga bentuk utama isi konten radikalisme yang beredar di dunia maya, yakni propaganda, pendanaan aksi radikal, serta perekrutan anggota kelompok radikal. Aktivitas tersebut dilakukan dengan berbagai pola, mulai dari penyalahgunaan ruang siber untuk aktivitas radikalisme dan terorisme, hingga upaya perekrutan yang menyasar individu secara personal melalui jaringan digital.
Baca Juga: BNPT Gagalkan 27 Rencana Serangan Terorisme Sejak 2023 Hingga 2025
Sejalan dengan temuan konten, BNPT juga mencatat adanya 137 orang yang terlibat dalam penyalahgunaan ruang siber untuk aktivitas radikalisme dan terorisme. Selain itu, terdapat 17 orang yang melakukan aktivitas radikalisme di ruang digital tanpa terhubung langsung dengan jaringan tertentu, serta 32 orang yang terpapar secara daring dan kemudian bergabung dengan jaringan radikal.
BNPT mencatat bahwa proses perekrutan secara daring berlangsung relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga enam bulan, sementara perekrutan secara langsung dapat memakan waktu hingga dua hingga lima tahun.
Jika ditarik dalam tren tiga tahun terakhir, jumlah temuan konten radikalisme mengalami fluktuasi signifikan. Pada tahun 2023, BNPT mencatat 1.992 konten, kemudian melonjak tajam menjadi 180.954 konten pada 2024, sebelum kembali menurun menjadi 21.199 konten pada 2025. Data tersebut mencerminkan dinamika ancaman radikalisme yang terus berkembang mengikuti pola penggunaan platform digital.
Baca Juga: BNPT Sebut 21 Ribu Konten Terorisme di 2025, Waspada Radikalisasi Lewat Sosmed
Untuk membendung ancaman tersebut, BNPT menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain melalui program Sekolah Damai, Kampus Kebangsaan, dan Desa Siap Siaga di berbagai daerah. BNPT juga memperkuat peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 36 provinsi, serta membentuk Satuan Tugas Kontra Radikalisasi lintas delapan kementerian dan lembaga guna memperluas narasi perdamaian di ruang publik dan digital.
Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan bahwa ancaman terorisme di ruang digital terus mengalami perkembangan.
“Ancaman terorisme di ruang digital semakin berkembang. Propaganda, perekrutan, dan pendanaan banyak dilakukan melalui media sosial dan platform digital, termasuk dengan menyasar kelompok usia anak.”
Berikut Infografiknya:
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan puluhan ribu konten terkait radikalisme sepanjang 2025 yang sebagian besar menyasar generasi muda. Untuk membendung ancaman di ruang digital ini, BNPT melakukan sejumlah langkah. (Antara)
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan puluhan ribu konten terkait radikalisme sepanjang 2025 yang sebagian besar menyasar generasi muda. Untuk membendung ancaman di ruang digital ini, BNPT melakukan sejumlah langkah. (Antara)