Rusia Sambut Penunjukan Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)

Ntvnews.id, Moskow - Rusia menyatakan sikap positif atas penunjukan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara Venezuela. Moskow menilai langkah tersebut sebagai upaya menjaga perdamaian dan stabilitas politik setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 8 Januari 2026, pemerintah Rusia menilai Venezuela saat ini berada dalam situasi terancam oleh praktik neokolonialisme yang terbuka serta agresi bersenjata dari pihak asing. Meski demikian, pernyataan tersebut tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat.

"Kami dengan tegas menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pemerintah Rusia juga menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintahan Venezuela. Moskow menyatakan akan terus memberikan solidaritas dan bantuan yang dibutuhkan oleh negara tersebut.

Baca Juga: 7 Tentara AS Terluka dalam Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

"Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela," bunyi pernyataan Rusia.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim pasukan khusus untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. ANTARA/Anadolu/py. (Antara) Maduro telah menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan narkotika dan menegaskan bahwa ia masih merupakan pemimpin sah Venezuela.

Maduro tercatat sebagai sekutu dekat Rusia kedua yang tumbang dalam kurun waktu sekitar satu tahun, setelah sebelumnya Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang selama setahun terakhir berhati-hati untuk tidak mengkritik Trump sejak kembali ke Gedung Putih, disebut ingin memperbaiki hubungan bilateral sekaligus menghidupkan kembali kerja sama ekonomi kedua negara. Hingga kini, Putin belum memberikan komentar terkait penggulingan Maduro oleh pemerintahan Trump.

HIGHLIGHT

x|close