A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kepala BGN: 20 Persen SPPG Sudah Kantongi SLHS - Ntvnews.id

Kepala BGN: 20 Persen SPPG Sudah Kantongi SLHS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 20:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) berdialog dengan siswa dalam peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Pradanna Putra Tampi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) berdialog dengan siswa dalam peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Pradanna Putra Tampi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan sekitar 20 persen dari total 19.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Sebagian sudah dapat, yang sebagian masih terus untuk melengkapi persyaratan tersebut," kata Dadan Hindayana saat meninjau SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026.

Ditanya mengenai jumlah pastinya, Dadan menyebut bahwa 20 persen SPPG sudah mengantongi SLHS.

"Sampai dengan awal 2026, terdapat 19.800 SPPG untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun pada hari ini, baru 19.188 SPPG yang sudah aktif menyediakan MBG kepada 55,1 juta orang penerima manfaat," ujarnya.

Baca Juga: BGN Bakal Tutup SPPG Tak Penuhi Standar Setelah Beri 3 Kali Peringatan

SPPG yang baru belum beroperasi karena proses dari terbentuknya SPPG hingga pendanaan masuk ke rekening memerlukan waktu sekitar 5-8 hari.

"Untuk yang baru-baru, SLHS akan didapatkan setelah operasional karena pada saat sertifikasi justru pelatihan penjamah makanannya sudah terjadi, makanannya sudah harus diproduksi dan sudah ada aktivitas baru SLHS-nya," kata Dadan.

Ia memastikan pengawasan terkait kebersihan dan limbah terus berjalan. Sebagai contoh, limbah sisa makanan dari MBG tidak boleh dibuang oleh sekolah, melainkan dibawa oleh SPPG untuk diolah menggunakan black soldier fly (BSF) atau dimanfaatkan sebagai pupuk.

Baca Juga: BGN Tegaskan MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan

Selain itu, Dadan menekankan SPPG harus berada jauh dari tempat sampah maupun kandang hewan.

"Kemudian SPPG ini baru dalam taraf pengajuan dan akan disurvei, jadi kalau ternyata tidak sesuai apa yang dinyatakan dengan kenyataan di lapangan itu pasti tidak akan diloloskan," ujarnya.

(Sumber: Antara) 

x|close