Bos The Fed Ngaku Diancam Pidana sama Trump Buntut Kebijakan Suku Bunga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 10:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengungkap adanya ancaman dakwaan pidana yang datang dari pemerintahan Presiden Donald Trump

Langkah itu dinilai sebagai upaya menekan bank sentral agar segera melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga.

Powell mengatakan, pihaknya mendapatkan surat panggilan pengadilan dengan ancaman pidana terkait kesaksiannya di Kongres pada musim panas lalu soal proyek renovasi gedung The Fed. 

Langkah itu dianggap sebagai tekanan dan ancaman berkelanjutan dari pemerintah.

"Ancaman dakwaan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden," ujar Powell dikutip dari Reuters, Selasa 13 Januari 2026.

Baca juga: Trump Perintahkan Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook, Ada Apa?

The Fed menerima surat panggilan tersebut pada Jumat 9 Januari 2026. 

Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mempertajam konflik berkepanjangan antara Trump dan Powell.

Sementara itu, Trump membantah mengenai adanya penyelidikan dari Departemen Kehakiman AS terhadap bank sentral. 

Meski demikian, pasar merespons cepat kabar tersebut, di mana Dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang utama dan harga emas melanjutkan reli hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Trump selama ini mendesak pemangkasan suku bunga secara agresif untuk meningkatkan keterjangkauan perumahan dan menekan biaya utang pemerintah. 

Trump juga berulang kali melontarkan wacana pemecatan Powell dan bahkan berupaya mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook.

Baca juga: Trump Klaim Zelenskyy Tak Punya Kartu, Sebut Dirinya Satu-satunya Penopang Ukraina

Pada bulan lalu, para pembuat kebijakan The Fed memangkas suku bunga acuan ke kisaran 3,5-3,75 persen, menjadi pemangkasan ketiga berturut-turut masing-masing 25 basis poin, setelah menahan suku bunga stabil sepanjang sebagian besar 2025.

Setelah itu, pejabat The Fed mengaku belum terburu-buru melanjutkan penurunan suku bunga sebelum memperoleh data inflasi dan ketenagakerjaan terbaru. 

Rapat kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 27-28 Januari di mana pasar berjangka memproyeksikan peluang kecil adanya perubahan suku bunga.

x|close