RS Polri Identifikasi 10 Kantong Jenazah Korban Tabrakan Kereta Bekasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 14:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sepuluh kantong jenazah korban kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur tiba di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 28 April 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza) Sepuluh kantong jenazah korban kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur tiba di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 28 April 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - RS Polri Kramat Jati masih melakukan proses identifikasi terhadap 10 kantong jenazah korban kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam, 27 April 2026.

"Betul, ada 10 kantong jenazah yang kami terima di RS Polri," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Prima Heru Yulihartono saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Seluruh jenazah saat ini tengah menjalani proses identifikasi oleh tim forensik untuk memastikan identitas sebelum diserahkan kepada keluarga.

"Kantong-kantong jenazah yang kami terima sedang diidentifikasi," ujar Prima.

Ia menjelaskan, kantong jenazah mulai tiba di rumah sakit pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Juga: KAI: Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan Akibat Insiden Bekasi Timur

Hingga kini, proses identifikasi belum selesai.

Tim Disaster Victim Identification masih bekerja mencocokkan data ante mortem (sebelum kematian) dan post mortem (setelah kematian) guna memastikan identitas korban secara akurat.

Prima belum merinci identitas korban maupun jumlah yang telah berhasil diidentifikasi karena proses masih berlangsung dan membutuhkan waktu.

Pihak rumah sakit juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI guna menghindari kesalahan dalam proses pengenalan jenazah.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang.

Baca Juga: Sinyal Mendadak Berubah, Asisten Masinis Klaim Ada Kejanggalan Sebelum Tabrakan di Bekasi Timur

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 korban meninggal dunia.

Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara 84 korban luka telah mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

(Sumber: Antara)

x|close