InJourney: Operasional Penerbangan Bandara Soetta Kembali Normal Pascacuaca Buruk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 15:23
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah calon penumpang penerbangan saat beraktivitas di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sejumlah calon penumpang penerbangan saat beraktivitas di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA)

Ntvnews.id, Tangerang - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memastikan aktivitas penerbangan di bandara terbesar di Indonesia tersebut kembali berjalan normal setelah sebelumnya sempat terganggu cuaca buruk pada Senin, 12 Januari 2026.

"Alhamdulillah hari ini operasi penerbangan normal dan lancar. Sejak pukul 00.00 WIB hingga saat ini normal," kata Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan di Tangerang, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menjelaskan, otoritas Bandara Soetta telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi kendala operasional, termasuk memastikan sistem drainase di dalam kawasan bandara berfungsi dengan baik.

"Seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta Runway 1, Runway 2 dan Runway 3 dapat tetap beroperasi normal," ujarnya.

Baca Juga: 109 Penerbangan Delay di Bandara Soekarno-Hatta Garar-gara Cuaca Buruk

Yudistiawan mengungkapkan, saat cuaca buruk dengan intensitas hujan tinggi melanda, tercatat sebanyak 109 penerbangan keberangkatan mengalami penundaan atau delay. Selain itu, berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, terdapat tujuh penerbangan yang harus melakukan manuver berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat, serta 31 penerbangan dialihkan ke bandara lain (divert).

"Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional yang cepat dan tepat terkait dampak hujan," ungkap dia.

Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga mengimbau para penumpang dan pengguna jasa bandara agar tiba di bandara minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi perubahan jadwal penerbangan dan kondisi lalu lintas, serta memudahkan pemantauan informasi penerbangan melalui aplikasi atau situs web maskapai maupun layar informasi di bandara.

Baca Juga: 3 Penerbangan Juanda Dialihkan ke Semarang Akibat Angin Kencang

Sementara itu, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menyatakan telah menerapkan prosedur go around, holding, dan divert sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan selama kondisi cuaca kurang bersahabat.

Executive Vice President of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menegaskan bahwa seluruh prosedur tersebut telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2, Annex 6, dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) yang berlaku di Indonesia.

"Seluruh aturan tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan," papar dia.

(Sumber: Antara) 

x|close