Pecahkan Rekor, Lebih dari 100.000 Visa AS Dicabut Sejak Trump Berkuasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 11:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Cara membuat paspor Cara membuat paspor (freepik.com)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah membatalkan lebih dari 100.000 visa sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat dengan membawa agenda keras terhadap imigran. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi pencabutan visa AS dalam periode satu tahun.

Dilansir dari AFP, Rabu, 14 Januari 2026, data itu, disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan terbaru yang dirilis Senin, 12 Januari 2026 waktu setempat.

"Pemerintahan Trump tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada melindungi warga negara Amerika dan menegakkan kedaulatan Amerika," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.

Total lebih dari 100.000 visa yang dicabut tersebut dihitung sejak pelantikan masa jabatan kedua Trump pada 20 Januari 2025.

Baca Juga: Kilang RDMP Balikpapan Beroperasi, Indonesia Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun

Jumlah itu tercatat sekitar 2,5 kali lebih besar dibandingkan pencabutan visa sepanjang tahun 2024, ketika Amerika Serikat masih dipimpin Presiden Joe Biden.

Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa “ribuan” visa dibatalkan karena keterlibatan tindak pidana, termasuk kasus penyerangan hingga mengemudi dalam kondisi mabuk.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga secara terbuka menyoroti pencabutan visa terhadap mahasiswa asing yang terlibat dalam aksi protes menentang Israel.

Bendera Amerika Serikat/ist Bendera Amerika Serikat/ist

Dalam langkah tersebut, Rubio memanfaatkan undang-undang era McCarthy yang memungkinkan AS menolak masuk warga negara asing yang dianggap berseberangan dengan kebijakan luar negeri Washington, meskipun sejumlah target kebijakan itu berhasil menggugat perintah deportasi di pengadilan.

Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sekitar 8.000 dari total visa yang dicabut merupakan visa mahasiswa.

Baca Juga: Negara-negara Amerika Latin Terbelah Sikapi Tindakan AS ke Venezuela

Selain itu, pemerintahan Trump memperketat proses pemeriksaan visa, termasuk dengan menerapkan penyaringan terhadap unggahan media sosial para pelancong yang hendak masuk ke AS.

Kebijakan pencabutan visa ini menjadi bagian dari kampanye deportasi massal yang lebih luas, yang dijalankan secara agresif melalui penambahan jumlah agen federal.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengungkapkan bahwa pada bulan lalu pemerintahan Trump telah mendeportasi lebih dari 605.000 orang, sementara sekitar 2,5 juta orang lainnya dilaporkan meninggalkan AS atas kemauan sendiri.

x|close