Mendukbangga: Program GENTING dan MBG Bersinergi Percepat Penurunan Stunting di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 08:47
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (kanan) memberi bantuan nutrisi untuk keluarga berisiko stunting. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (kanan) memberi bantuan nutrisi untuk keluarga berisiko stunting. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) berjalan beriringan untuk mengentaskan stunting di Indonesia.

"Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan capaian kinerja Genting yang tercatat 157,39 persen atau dari target 1 juta keluarga risiko stunting (KRS) di 2025, sekitar 1,5 juta KRS telah mendapatkan intervensi (data per 25 Desember 2025). Ini menempatkan Genting sebagai salah satu gerakan sosial paling progresif dalam percepatan penurunan stunting, sementara mitra orang tua asuh telah mencapai ratusan ribu," kata Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2026.

Sejalan dengan upaya penurunan stunting, Presiden Prabowo Subianto mendukung perluasan penerima manfaat Program MBG kepada sasaran 3B. Dengan fondasi kinerja setahun terakhir, termasuk distribusi MBG bagi 3,2 juta kelompok 3B yang berjalan bersamaan dengan Program Genting, kedua program tersebut menjadi gerakan sosial yang menopang percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Baca Juga: Menteri Wihaji Kunjungi Tiga Keluarga Berisiko Stunting dan Amati Pelaksanaan GENTING di Sukabumi

"Upaya ini menjadi modal penting menuju pencapaian target prevalensi stunting nasional 14 persen pada 2029," ujar Wihaji.

Program Genting diluncurkan pada 5 Desember 2024 di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan melibatkan berbagai elemen bangsa, termasuk kementerian/lembaga terkait dan mitra kerja. Gerakan ini bertujuan mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting melalui kepedulian masyarakat yang bertindak sebagai orang tua asuh (OTA).

Gerakan orang tua asuh melibatkan pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, individu/perorangan, LSM/komunitas, perguruan tinggi, akademisi, dan media, difasilitasi oleh Petugas Lapangan KB (PLKB/PKB). Sasaran program adalah ibu hamil, ibu memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta), ibu menyusui, baduta, dan balita 24–59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin. Bantuan yang diberikan mencakup nutrisi, non-nutrisi, akses air bersih, edukasi, hingga perbaikan rumah.

Baca Juga: Mendukbangga Sebut Program MBG Dorong Penurunan Stunting di Jawa Barat

Kinerja Genting diperkuat oleh tim pengendali yang telah dibentuk di 38 provinsi dan 512 kabupaten/kota. Dukungan pentahelix untuk gizi, air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni mencapai lebih dari Rp290 miliar, seluruhnya disalurkan langsung kepada keluarga sasaran tanpa melalui mekanisme APBN. Kontribusi ini menunjukkan kuatnya gerakan gotong royong masyarakat dalam mendukung keluarga berisiko stunting.

Selain layanan dasar, Genting juga menekankan edukasi kesehatan keluarga, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Pendampingan dilakukan tim pendamping keluarga (TPK) yang berjumlah 200 ribu tim dengan hampir 600 ribu kader.

(Sumber: Antara) 

x|close