Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Bisa Dilihat Tanpa Alat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 14:58
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fenomena bulan purnama penuh merah muda terlihat dari langit di Depok, Jawa Barat, Kamis (dini hari) (6/4/2023). Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),Êbulan purnama merah muda atau pink moonÊmerupakan fenomena astronomi berupa bulan purnama yang terjadi pada setiap April, dan dapat disaksikan mulai tanggal 5 hingga 6 April 2023. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. Ilustrasi - Fenomena bulan purnama penuh merah muda terlihat dari langit di Depok, Jawa Barat, Kamis (dini hari) (6/4/2023). Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),Êbulan purnama merah muda atau pink moonÊmerupakan fenomena astronomi berupa bulan purnama yang terjadi pada setiap April, dan dapat disaksikan mulai tanggal 5 hingga 6 April 2023. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon dapat disaksikan masyarakat pada Rabu 1 April 2026 malam.

"Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1-2 April 2026," kata Thomas kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa fase bulan purnama tersebut dapat diamati sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Akan Terlihat di Batam Mulai 18.33 WIB

Masyarakat, lanjutnya, bisa menikmati fenomena ini secara langsung tanpa bantuan alat, ataupun menggunakan perangkat seperti kamera dan teleskop untuk hasil pengamatan yang lebih detail.

"Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera," ujarnya.

Thomas menegaskan bahwa fenomena pink moon aman untuk disaksikan dan tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia.

"Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi," lanjut dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa istilah pink moon sebenarnya hanya penamaan yang digunakan untuk bulan purnama di bulan April, bukan karena warna bulan berubah menjadi merah muda.

"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ucap Thomas Djamaluddin menjelaskan.

Baca Juga: BMKG: Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat Petang Hari di Indonesia

Berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, fenomena ini dapat diamati pada periode 1 hingga 2 April 2026.

Waktu terbaik untuk menyaksikan pink moon adalah sesaat setelah bulan terbit, yang umumnya bertepatan dengan waktu maghrib. Pada posisi tersebut, bulan berada rendah di dekat cakrawala sehingga menimbulkan efek ilusi optik yang membuatnya tampak lebih besar dan berwarna keemasan akibat pengaruh atmosfer.

(Sumber: Antara)

x|close