Ntvnews.id, Canberra - Kepolisian Wilayah Ibu Kota Australia atau Australian Capital Territory (ACT) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat setelah ditemukan sejumlah perangkat peledak di sekitar jalur pejalan kaki umum di wilayah Canberra barat laut.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian ACT menyampaikan bahwa aparat telah merespons beberapa laporan penemuan bom pipa di kawasan pinggiran Belconnen, sekitar 10 kilometer di barat laut pusat Kota Canberra. Penemuan tersebut terjadi dalam dua hari berturut-turut, yakni Selasa, 13 Januari 2026, dan Rabu, 14 Januari 2026.
Perkembangan terbaru disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026. Pelaksana Tugas Inspektur Detektif Anna Wronski mengungkapkan bahwa total terdapat 11 perangkat yang berhasil ditemukan aparat kepolisian.
"Beberapa barang yang ditemukan telah diledakkan sebelum polisi menentukan lokasi, dan beberapa lainnya belum meledak," ujar Wronski.
Baca Juga: Meta Tutup Hampir 550 Ribu Akun Anak Usai Larangan Medsos di Australia
Ia menegaskan bahwa kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyentuh atau mendekati benda apa pun yang mencurigakan dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Wronski juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai korban luka maupun kerusakan properti akibat insiden tersebut. Seluruh perangkat peledak yang ditemukan telah berhasil dimusnahkan oleh pihak berwenang.
Pihak kepolisian terus mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap temuan benda mencurigakan atau aktivitas yang dinilai tidak biasa di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Australia Tetapkan 22 Januari Sebagai Hari Berkabung Nasional Usai Serangan di Pantai Bondi
(Sumber: Antara)
Kendaraan polisi terlihat di dekat lokasi penembakan di Pantai Bondi di Sydney, Australia pada 14 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Ma Ping (Antara)