Prabowo Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Inggris, Mau Kembangkan Kampus Kedokteran dan STEM di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jan 2026, 18:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy, di Lancaster House, London, Selasa, 20 Januari 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy, di Lancaster House, London, Selasa, 20 Januari 2026. (Sekertariat Kepresidenan)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan melalui pembangunan kampus kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia.

Agenda tersebut disampaikan Presiden dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di London, Selasa, 20 Januari 2026, sebagaimana diungkapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.

"Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London," kata Seskab Teddy dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.

Pertemuan yang berjalan sekitar dua jam itu dihadiri oleh 30 profesor dari sejumlah perguruan tinggi papan atas Inggris. Di antaranya berasal dari King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.

Baca Juga: Menko Polkam Apresiasi Polri atas pengungkapan Home Industri Senpi Rakitan

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mempererat kolaborasi dengan universitas-universitas Inggris. Kerja sama itu diharapkan terwujud melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.

Presiden juga menekankan pentingnya pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri, sekaligus pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri, terutama pada bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

"Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas tersebut di Indonesia terutama dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), menjadi fokus utama Presiden Prabowo," kata Seskab Teddy.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa, 20 Januari 2026. <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa, 20 Januari 2026. (Antara)

Sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional, Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Kepala Negara menilai Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga medis, dengan jumlah lulusan dokter sekitar 9.000 orang per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang memasuki masa pensiun.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di Inggris yang telah memiliki kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia. Kolaborasi ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar mutu tinggi serta lingkungan kampus yang aman dan menarik bagi tenaga pengajar internasional.

x|close