Ntvnews.id, Pasuruan - Sebanyak 100 orang dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat masing-masing 24 ekor ayam petelur. Hibah dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan itu, tidak sekadar pemberian.
Para penerima yang juga merupakan anggota KDMP Gejugjati itu diberi tanggung-jawab untuk memelihara ayam tersebut hingga bisa produktif bertelur.
Nantinya, telur yang sudah dipanen dijual lagi ke koperasi dengan hasil sepenuhnya untuk para pemelihara.
Baca Juga: BPS: Harga Telur Ayam Naik di Lebih Separuh Wilayah Indonesia, Lampaui Harga Acuan Tertinggi
Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat masing-masing 24 ekor ayam petelur. (Istimewa)
Ismail, salah satu penerima manfaat ayam petelur, mengaku senang dengan kepercayaan yang diberikan pengurus KDMP.
Dia berkomitmen untuk memelihara ayam itu hingga bisa produktif bertelur.
Apalagi bantuan yang diberikan sudah sangat lengkap. Selain 24 ekor ayam petelur, Ismail mendapatkan bantuan pakan dan obat-obatan selama satu bulan pertama.
Tak hanya itu, Ismail juga mendapat kandang modern yang bisa membuat ayam tak kekurangan makan dan minum.
“Untuk bantuannya komplet. Untuk satu bulan ke depannya dapat pakan, obat-obatan. Selanjutnya dikelola bagaimana cara pemeliharaan ayam,” kata Ismail, Rabu 11 Maret 2026.
Ismail juga senang karena pengurus KDMP Gejugjati tak melepas begitu saja.
Akan ada sejumlah penyuluhan untuk para peternak yang notabene baru tersebut.
Kalau misalnya gagal pun, mereka masih diberi kesempatan.
“Kita diberi tahu jangan sampai dijual atau disembelih. Kalau ada kematian (ayam) harus dilaporkan,” katanya.
Baca Juga: Berkat MBG, Petelur di Sumba Barat Daya NTT Bisa Pasok 4.000 Butir per Hari
Nantinya, setelah ayam produktif bertelur, telur tersebut dijual ke KDMP Gejugjati.
Hasil keuntungan dari penjualan telur sepenuhnya untuk para pemelihara.
“Untuk penjualan telur, ditampung di koperasi, dikelola, dan untuk disalurkan di (dapur) MBG (Makan Bergizi Gratis),” katanya.
Ismail berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah membangun Koperasi Merah Putih. Keberadaan koperasi memungkinkan dia untuk bisa lebih berdaya dan meningkatkan pendapatan.
“Sangat bagus. Sebagai masyarakat, sangat berterima kasih atas adanya bantuan ini. Sebelumnya belum ada bantuan seperti ini,” kata dia.
Kegembiraan juga dirasakan Maemunah (36 tahun), warga Gejugjati.
Sebagai penerima PKH selama enam tahun, baru kali ini dia diberi kepercayaan untuk memelihara ayam.
“Disuruh ngrumati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih),” kata Maemunah.
Dia mengaku sudah biasa memelihara ayam.
Di rumah, dia memiliki sejumlah ekor ayam kampung.
Dengan adanya bantuan ini, semangatnya untuk belajar memelihara ayam semakin bertambah.
“Terima kasih, Pak Presiden sudah dikasih bantuan ayam. Sangat membantu. Tambah jaya, Pak Presiden,” katanya.
Ayam petelur umumnya mulai bertelur pada usia 18 hingga 20 minggu atau sekitar 5 bulan.
Ayam ini memiliki masa produktif selama 100 pekan atau hingga 2 tahun. kopeArtinya, satu ekor ayam rata-rata bisa menghasilkan antara 250 hingga 280 butir telur per tahun.
Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat masing-masing 24 ekor ayam petelur. (Istimewa)