Bahlil: Sudahlah Kita Setop Rezim Impor Ini!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 19:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, berencana mengurangi dan menyetop impor bahan bakar minyak (BBM). Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, sudah sepatunya impor BBM RI dihentikan.

"Sudahlah kita setop rezim impor ini," ujar Bahlil saat rapat dengan Komisi XII DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Bahlil memandang, seharusnya Indonesia memanfaatkan berbagai kelebihan-kelebihannya, guna mengurangi hingga menyetop impor BBM.

Baca juga: Bahlil: Saya Menteri Anti Impor!

"Kita harus bagaimana mempergunakan apa yang menjadi keunggulan-keunggulan komparatif kita secara baik," kata Bahlil.

Adapun pada tahun 2027, Bahlil berencana agar Indonesia tak lagi impor BBM jenis solar atau gasoil, avtur, maupun bensin atau gasoline.

Bahlil Lahadalia Bahlil Lahadalia

Ke depan, Indonesia akan fokus impor hanya pada minyak mentah (crude) sebagai bahan baku, sementara produk BBM diolah sepenuhnya di dalam negeri.

Bahlil mengungkapkan, penerapan biodiesel saat ini sudah mencapai B40, yakni campuran 40 persen minyak sawit dan 60 persen solar, sehingga mampu menekan konsumsi solar nasional. Kini total konsumsi solar nasional berada di kisaran 38-39 juta kiloliter per tahun.

Menurutnya, melalui kebijakan biodiesel yang dibarengi beroperasinya RDMP Balikpapan, kebutuhan solar nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri. Bahkan, Indonesia berpotensi mengalami surplus sekitar 1,4 juta kiloliter (KL).

Rencananya, impor solar CN 48 akan dihentikan mulai awal 2026, kemudian berlanjut ke solar CN 51 pada semester II 2026. Di samping solar, impor bahan bakar pesawat atau avtur juga akan disetop.

Bahlil mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mengkonversi surplus solar 1,4 juta KL tersebut menjadi bahan baku avtur. Lalu, direncanakan pula penghentian impor bensin jenis RON 92, 95, dan 98. Hal ini seiring dengan RDMP Balikpapan akan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produksinya hingga RON 98.

"Jadi yang tinggal kita impor itu yang RON 90 saja, yang untuk subsidi," ucap dia.

Melalui cara itu, pada 2027 Indonesia diharapkan tidak lagi mengimpor BBM jenis solar baik CN48 maupun CN51, avtur, serta bensin RON 92, 95, dan 98.

x|close