Ntvnews.id, Jakarta - Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa, Bogor, kembali merendam kawasan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter (cm).
"Iya, banjir kiriman Ciliwung dan Katulampa, karena di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22 Januari 2026) sore. Ini adalah tahap kedua," kata Camat Jatinegara, Endang Kartika di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 23 Januari 2026.
Endang menjelaskan, banjir sempat surut sebelum kembali meninggi pada dini hari. Kenaikan muka air dipicu meningkatnya status Bendung Katulampa yang berdampak langsung pada debit Sungai Ciliwung.
"Jadi tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali sehingga sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter," ujar Endang.
Baca Juga: Banjir Mampang Prapatan Jaksel, 32 KK Terdampak
Menurut dia, genangan yang melanda kawasan tersebut merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu, seiring meningkatnya debit Sungai Ciliwung dan status Bendung Katulampa yang berada pada level Siaga 3.
Kondisi Bendung Katulampa hingga saat ini masih berstatus Siaga 3. Meski demikian, aparat kewilayahan telah bersiaga untuk membantu warga terdampak. Di Kebon Pala sendiri, ketinggian air dilaporkan mulai berangsur turun meski masih cukup tinggi.
"Alhamdulillah kami sudah siap-siap membantu warga. Untuk wilayah Kebon Pala sendiri air sudah mulai surut di angka sekitar 125 sentimeter," katanya.
Hingga saat ini, belum ada warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian resmi. Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua, sementara warga lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
"Untuk sementara ini belum ada pengungsian. Di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, tapi warga sudah mempersiapkan diri," katanya.
Baca Juga: Sirine Pintu Air 10 Sungai Cisadane Berbunyi, Siap-siap Banjir
Jajaran Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan dan bersiaga di wilayah rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Jakarta hingga Jumat pagi, 23 Januari 2026.
"Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta.
Menurut dia, pada Kamis, 22 Januari 2026 malam, banjir sempat merendam 132 RT. Kondisi kemudian berangsur surut sehingga pada Jumat dini hari tersisa 106 RT yang tergenang.
Namun, pada Jumat pagi, genangan kembali meluas dan merendam 125 RT yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Selain pemukiman warga, banjir juga berdampak pada 14 ruas jalan dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 65 sentimeter.
(Sumber: Antara)
Banjir di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat, 23 Januari 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza) (Antara)