Serang Awak Kabin Penumpang Wanita Terancam Bui

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
ilustrasi pesawat. ilustrasi pesawat. (Pixabay)

Ntvnews.id, Canbera - Seorang penumpang perempuan dilaporkan menyerang awak kabin dalam sebuah penerbangan pada Desember 2025. Akibat perbuatannya, wanita tersebut harus berurusan dengan hukum dan terancam sanksi denda.

Dilansir dari ABC News, Senin, 26 Januari 2026, Kepolisian Federal Australia (AFP) mengungkapkan bahwa pelaku bernama Millie Jepkemboi Omonei (52), warga Canberra. Ia disebut mencengkeram lengan serta kepala awak kabin hingga mengakibatkan luka ringan.

Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan dari Canberra menuju Perth pada 13 Desember 2025. Insiden bermula ketika Omonei terlibat adu mulut dengan penumpang lain di dalam pesawat.

Situasi tersebut kemudian menarik perhatian awak kabin yang datang untuk memeriksa kondisi di lokasi kejadian. Namun, saat dilakukan penanganan, pramugari justru menjadi sasaran serangan dari penumpang tersebut.

Baca Juga: Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 45-500 Dinilai Harus Dapat Hak Hukum

Setelah pesawat mendarat, aparat naik ke dalam pesawat untuk mengamankan Omonei dan mengawalnya keluar. Proses pengamanan berlangsung tegang karena pelaku menolak ditangani petugas, hingga terjadi adu argumen yang berujung pada tindakan agresif terhadap aparat.

Perempuan itu kemudian dibawa ke pengadilan pada 14 Desember dan didakwa atas satu tuduhan penyerangan terhadap awak pesawat serta satu tuduhan berperilaku ofensif dan tidak tertib selama penerbangan. Untuk masing-masing dakwaan, ancaman hukuman maksimal berupa denda mencapai USD 16.500.

Selain itu, Omonei dijadwalkan kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Magistrat Perth pada 20 Februari mendatang.

Baca Juga: Black Box Pesawat ATR di Pegunungan Bulusaraung

"Segala bentuk perilaku agresif atau antisosial di dalam penerbangan dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan pesawat, dan mengganggu penumpang di dalamnya," kata Pelaksana Tugas Inspektur AFP Hayley Faithfull.

"AFP bekerja sama erat dengan mitra maskapai penerbangan kami untuk melakukan intervensi jika perilaku seseorang mengganggu keselamatan pekerja atau masyarakat di penerbangan yang menggunakan bandara-bandara utama Australia," Hayley menambahkan.

x|close