Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan belasungkawa atas bencana longsor yang melanda wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memaparkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyinggung peristiwa longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu.
"Kita juga berduka mendengar kabar, di hari Sabtu dini hari, longsor yang juga dahsyat melanda salah satu kecamatan di Jawa Barat, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat," kata dia.
AHY menjelaskan bahwa hingga kini proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Operasi search and rescue (SAR) belum dihentikan karena masih ada korban yang diduga tertimbun material longsoran.
Baca Juga: Adies Kadir jadi Calon Hakim MK Usulan DPR
Untuk mendukung proses evakuasi, sejumlah alat berat telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Selain itu, AHY mengaku telah berkoordinasi secara langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang turun langsung ke lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
"Menteri Pekerjaan Umum sudah langsung saya koordinasikan dan datang di lapangan," ujarnya.
Meski demikian, AHY mengungkapkan bahwa proses evakuasi menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah kondisi tanah di lokasi longsor yang masih labil sehingga menghambat pergerakan alat berat.
"Ini alat-alat berat tersebut belum bisa secepat-cepatnya yang kita inginkan untuk bisa segera beroperasi dan tentunya kita berharap segera bisa kita pulihkan kondisi tersebut," tutur AHY.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (NTVnews)
Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Demokrat itu menekankan bahwa secara geografis Indonesia memang berada di kawasan yang rawan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan kehati-hatian dalam pengelolaan lingkungan harus terus diperkuat agar risiko bencana tidak semakin meningkat.
Ia juga mengingatkan bahwa pemanasan global dan krisis iklim bukan sekadar istilah, melainkan persoalan nyata yang harus menjadi perhatian bersama dalam perumusan kebijakan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.
"Karena secara alami kita sudah berada di geografi yang sangat rentan, mari kita berupaya sekuat tenaga agar kita tidak memperburuk situasi," kata dia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (NTVnews)