Ntvnews.id, Jakarta - Komisi XI DPR RI menggelar lanjutan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) hari ini. Menurut salah satu kandidat, Dicky Kartikoyono, penting menurutnya dilakukan penguatan talenta digital guna menopang pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital nasional.
Dicky mengungkapkan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) digital yang mumpuni masih menjadi tantangan saat ini. Baik bagi pelaku industri, maupun perumus kebijakan yang dituntut memahami regulasi secara menyeluruh.
BI, kata dia selama ini telah terlibat dalam pengembangan talenta digital dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga, sampai pemerintah daerah.
"Kami membayangkan kalau kita bisa membangun sebuah pusat inovasi digital Indonesia, dimana digital talent tersebut kita inkubasi, kita train, kita bekali dengan kemampuan-kemampuan terkini yang jadi kolaborasi antara industri dan tentunya kementerian/lembaga, di sini kita akan mempunyai sebuah training ground yang akan bisa menjawab tantangan-tantangan tadi," ujar Dicky, Gedung DPR, Senin, 26 Januari 2026.
Dicky memaparkan sejumlah inisiatif yang telah dilakukan BI. Salah satunya dengan penyelenggaraan hackathon, guna mengasah kemampuan talenta digital berbasis kasus penggunaan dan pengembangan prototipe sesuai kebutuhan bank sentral.
"Setelah mereka men-submit prototype mereka, kita train mereka dengan basic training, dari intermediate hingga advance. Di sini kita akan menjadi sebuah platform digital yang memahami end to end dari keseluruhan industri," tuturnya.
Menurut Dicky, karakter ekonomi digital yang terus berkembang menuntut talenta digital untuk belajar secara langsung melalui praktik di lapangan.
"Use case di digital ini akan terus bergerak. Para digital talent ini tentu harus learning by doing," ucapnya.
Lebih lanjut, Dicky juga menyampaikan visi dan misi bertajuk Sejarah Digital untuk Indonesia Emas sebagai kontribusi menuju Asta Cita pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dia mengibaratkan perekonomian nasional sebagai sebuah rumah besar yang memerlukan fondasi stabilitas serta pilar ketahanan yang kuat.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi keuangan digital dalam hampir satu dekade terakhir, termasuk adopsi QRIS sejak 2019 dan pemanfaatan sistem pembayaran BI-Fast yang telah memfasilitasi transaksi hingga Rp1,6 kuadriliun.
"Dalam konsepsi, kalau quantity of money cukup, naik, dan kemudian channel-nya lancar, velositasnya akan tumbuh. Kalau money-nya cukup lancar beredar, tinggal bagaimana kita mendorong pendapatan masyarakat. Ujungnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
Dicky Kartikoyono. (TVR Parlemen)