Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video berdurasi singkat yang menampilkan seorang pria dengan wajah berlumuran darah mendadak viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu perhatian publik setelah dikaitkan dengan dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekolah di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dalam video yang beredar luas, pria bernama Arpan Lisman terlihat mengalami luka di bagian pelipis mata. Darah tampak mengalir dan membasahi sebagian wajahnya. Narasi yang menyertai unggahan itu menyebutkan Arpan merupakan seorang guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh muridnya sendiri, seorang siswa berinisial MY.
Informasi yang beredar menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika Arpan mendapati MY berada di luar area sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung. Arpan kemudian menegur siswa tersebut dan memintanya kembali ke dalam lingkungan sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Ketegangan Greenland Meningkat, Prancis Kerahkan Kapal Induk
Situasi disebut berubah ketika keduanya berada di depan kelas. Arpan dikabarkan sempat menendang bagian belakang tubuh MY. Tindakan itu diduga memicu emosi siswa yang bersangkutan. Tidak lama setelah kejadian tersebut, MY mendatangi Arpan yang saat itu tengah duduk di depan sekolah.
Cekcok mulut pun terjadi antara keduanya. Ketegangan meningkat hingga berujung pada dugaan penyerangan secara fisik. Akibat kejadian itu, Arpan mengalami luka di pelipis mata dan darah terlihat berceceran di wajahnya, sebagaimana terekam dalam video yang kemudian beredar luas.
Merasa menjadi korban kekerasan, Arpan akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas menyatakan laporan telah diterima dan ditindaklanjuti.
"Iya, ada laporan penganiayaan itu," kata Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Baca Juga: Parlemen Prancis Sahkan RUU Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 15 Tahun
Namun demikian, Nugraha meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan bahwa berdasarkan data kepolisian, korban bukan berstatus sebagai guru, melainkan petugas keamanan di sekolah tersebut.
"Korban bukan guru, tapi satpam di SMP Negeri Baebunta Selatan. Sementara terlapor merupakan siswa SMP dan masih di bawah umur," jelasnya.
Nugraha menambahkan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/1) dan saat ini masih dalam tahap penanganan oleh penyidik Polres Luwu Utara. Proses hukum dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku karena melibatkan anak di bawah umur.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum," pungkasnya.
Viral Guru Dipukul Murid hingga Berdarah (Instagram)