Istana: Pelantikan DEN Diharapkan Percepat Swasembada dan Ketahanan Energi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 15:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pembentukan dan pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) diharapkan mampu mempercepat upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mengejar target swasembada energi nasional. Hal tersebut disampaikan Prasetyo usai menghadiri agenda di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa secara teknis, sejumlah program strategis di sektor energi sejatinya telah diinisiasi oleh kementerian dan lembaga terkait. Namun, dengan dilantiknya DEN, proses persiapan dan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Iya, secara teknis sebetulnya kan juga beberapa program dalam rangka mencapai swasembada energi juga sudah diinisiasi ya oleh kementerian-kementerian terkait. Harapannya dengan dilantiknya Dewan Energi Nasional hari ini, semakin bisa mempercepat proses-proses persiapan untuk kita mengejar beberapa program-program prioritas,” ujar Prasetyo.

Ia mengakui bahwa sektor energi merupakan bidang yang tidak mudah untuk dikelola karena mencakup banyak aspek strategis, mulai dari peningkatan produksi energi hingga transisi ke sumber energi baru.

Baca Juga: IHSG Anjlok Lebih dari 8 Persen, Airlangga Minta BEI Evaluasi

“Karena memang dalam hal energi ini terus terang saja tidak mudah. Bagaimana kita meningkatkan lifting minyak, bagaimana kita memikirkan energi baru terbarukan, bagaimana kemudian kita juga berpikir untuk beralih ke sumber-sumber energi yang lain,” ucapnya.

Menurut Prasetyo, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya energi surya, mengingat letak geografis Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa.

“Misalnya sumber energi solar yang kita miliki, karena kita dikaruniai apa? hidup di daerah khatulistiwa gitu. Jadi memang ini bagian dari untuk mempercepat proses ke sana,” katanya.

Saat ditanya mengenai target kerja Dewan Energi Nasional pada tahun ini, Prasetyo memastikan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah sasaran yang ingin dicapai dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

“Ada. Tentu ada,” ujarnya singkat.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa salah satu fokus utama pemerintah adalah meningkatkan lifting minyak nasional serta secara bertahap mengalihkan kebutuhan energi ke sumber energi alternatif.

“Tadi kan sudah saya sampaikan beberapa ya, dalam rangka kita mencapai swasembada energi kan ada beberapa yang harus kita lakukan gitu ya. Misalnya satu, tadi... bagaimanapun kita ingin meningkatkan lifting minyak kita,” tutur Prasetyo.

Selain itu, pemerintah juga mulai mendorong peralihan konsumsi energi ke sumber-sumber energi lain seperti biofuel dan biosolar yang dinilai memiliki potensi besar.

“Kedua, bagaimanapun kita ingin mulai merubah ya kebutuhan energi kita ke energi-energi yang lain. Misalnya bio-fuel, bio-solar, nah itu salah satu yang program besar karena berkenaan dengan energi itu kan membutuhkan waktu gitu loh,” katanya.

Prasetyo menekankan bahwa pelantikan DEN menjadi langkah penting untuk mempercepat penyesuaian antara kebutuhan energi nasional dan kemampuan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026–2030 di Istana Negara, Ini Pejabat Lainnya

“Dari kebutuhan energi di dalam negeri dengan kemampuan kita untuk memproduksi, nah itulah yang ingin dipercepat dengan segera dilantiknya Dewan Energi Nasional ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga menanggapi perkembangan rencana pertemuan Presiden dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu tarif. Ia menyebut jadwal pertemuan yang semula direncanakan akhir Januari kemungkinan bergeser ke pertengahan Februari.

“Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di minggu kedua bulan Februari,” kata Prasetyo.

Namun demikian, ia memastikan bahwa belum ada rencana Presiden untuk berangkat ke Amerika Serikat dalam waktu dekat.

“Belum,” ucapnya singkat.

Terkait alasan mundurnya jadwal tersebut, Prasetyo menegaskan pemerintah masih terus mencari titik temu dalam proses negosiasi yang berjalan.

“Ya tentunya kan masih ada beberapa yang kita cari titik temunya. Terutama untuk, sebagaimana yang sudah pernah juga kami sampaikan, kita terus berusaha untuk bernegosiasi,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa penundaan tersebut bukan disebabkan oleh persoalan substansi.

“Insyaallah enggak. Secara eh substansi insyaallah enggak ada masalah. Mohon doanya supaya banyak membawa eh apa namanya. kepentingan bangsa dan negara kita, ekonomi kita,” ujar Prasetyo.

x|close