Kasus Es Gabus, Kapolres Sebut Akan Tingkatkan Pembinaan Bhabinkamtibmas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 19:30
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar- Seseorang memegang es gabus yang diklaim berbahan berbahaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Tangkapan layar- Seseorang memegang es gabus yang diklaim berbahan berbahaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Renold Hutagalung menyatakan akan meningkatkan pembinaan terhadap anggota Bhabinkamtibmas agar lebih teliti dan berhati-hati saat menjalankan tugas di lapangan, khususnya ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Tentunya, setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar," ucap Renold di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan warga. Untuk mencegah kejadian serupa, seperti kasus pedagang es gabus, pembinaan rutin terus dilakukan dengan menyesuaikan dinamika serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Pasti dan harus (ada pembinaan khusus) terkait perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya," kata Renold.

Menurut Renold, insiden tersebut terjadi karena aparat yang terlibat, yakni Bhabinkamtibmas dan Babinsa, memiliki niat melindungi masyarakat, namun bertindak terlalu cepat tanpa koordinasi yang memadai sehingga memicu kesalahpahaman.

"Sesungguhnya, niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan, bahkan terkesan overprotective untuk masyarakat," jelas Renold.

Baca juga: Polisi Dalami Pengakuan Pedagang Es Gabus Soal Dugaan Penganiayaan

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat juga mendalami pengakuan pedagang es gabus bernama Suderajat yang mengaku mendapat kekerasan saat diamankan. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

Roby menuturkan bahwa saat pemeriksaan awal di Polsek Kemayoran, Suderajat tidak menyampaikan adanya kekerasan fisik. Oleh karena itu, polisi akan menelusuri lebih lanjut kejadian yang dialami pedagang tersebut selama proses pengamanan.

(Sumber: Antara)

 
 
 

Sumber Antara

x|close