Antisipasi Virus Nipah, DPR Minta Perkuat Deteksi Dini di Bandara dan Pelabuhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 17:34
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi. ANTARA/HO-Humas DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi. ANTARA/HO-Humas DPR RI. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mendorong pemerintah memperkuat deteksi dini serta surveilans epidemiologi di pintu masuk negara, terutama bandara dan pelabuhan internasional, guna mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia.

Menurut Nurhadi, kewaspadaan harus ditingkatkan meski belum ada laporan kasus di dalam negeri. Ia menilai Indonesia perlu bersikap lebih proaktif, terlebih sejumlah negara seperti Thailand telah menetapkan status risiko tinggi dan memperketat protokol di bandara.

“Indonesia tidak boleh menunggu sampai ada kasus. Sikap waspada dan antisipatif harus dikedepankan,” ujar Nurhadi di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menekankan penguatan skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan dari negara berisiko, termasuk kesiapan prosedur karantina jika ditemukan indikasi penularan. Selain itu, kesiapan fasilitas layanan kesehatan juga dinilai krusial, mulai dari rumah sakit rujukan, tenaga medis, hingga ketersediaan alat pelindung diri dan protokol penanganan.

Nurhadi mengingatkan agar pengalaman keterlambatan respons pada awal pandemi COVID-19 tidak terulang. Ia juga menilai koordinasi lintas sektor perlu diperkuat, melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Karantina Kesehatan, serta pemerintah daerah, khususnya wilayah dengan interaksi tinggi dengan satwa liar.

Baca juga: PDIP Ganti TB Hasanuddin di MKD DPR

“Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Negara harus bekerja berbasis data dan menyiapkan langkah mitigasi secara serius demi melindungi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri. Penguatan pengawasan dan skrining kesehatan dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan situasi, termasuk pemeriksaan kesehatan awal di negara keberangkatan dan pengecekan status kesehatan penumpang.

Berdasarkan informasi WHO, virus Nipah menyerang paru-paru dan otak, dengan gejala seperti demam, sakit kepala, gangguan kesadaran, hingga koma, serta tingkat kematian lebih dari 40 persen.

(Sumber: Antara)

Sumber Antara

x|close