Ntvnews.id, Aceh - Pembangunan jembatan di Provinsi Aceh terus berporgres hingga Rabu, 28 Januari 2026, demi menyambung lagi konektivitas warga terdampak bencana. Salah satunya, di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang jembatan sudah selesai 100 persen.
Kemudian di Desa Sentul, Kecamatan Tripey Jaya pembangunan berlangsung 11 persen dan di Desa Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung pembangunan jembatan berproses 8 persen.
Pembangunan jembatan berbagai jenis seperti gantung dan armco juga dilakukan di berbagai titik. Yaitu di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat (Pidie); Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Bandar Pusaka (Aceh Tamiang); Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa (Bireuen); serta Desa Batu Sumbang dan Pante Kera, Kecamatan Sipmang Jernih (Aceh Timur).
Baca Juga: 11 Jembatan Armco Buka Akses Desa-desa Terdampak Bencana di Aceh, Kendaraan Sudah Hilir Mudik
Pembangunan jembatan ini dibantu personel TNI AD dari Kodam Iskandar Muda (IM). Selain itu, hingga pertengahan Januari ini, sebanyak 11 jembatan bailey di Aceh sudah rampung. Masih ada belasan titik lainnya yang terus dikebut pemerintah dan TNI AD.
Rumah-rumah dan sekolah juga terus dibersihkan dengan bantuan personel TNI AD. Di antaranya kantor PKK Desa Blang Cut, Polindes di Desa Dayah Kruet, Balai Pengajian di Desa Perdamaian, dan SD Rantau Panjang.
Beberapa lokasi yang saat ini juga jadi perhatian yakni rumah para warga lanjut usia (lansia) di berbagai titik. Rumah-rumah mereka dibersihkan agar bisa segera ditempati kembali.
Baca Juga: Jembatan Gantung Tak Lama Lagi Menyambungkan Kembali Desa Terisolasi di Aceh
Pembangunan Jembatan di Aceh masih berlanjut pada Rabu, 28 Januari 2026. (Istimewa)