Ancaman Intervensi Militer AS Kian Dekati Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 14:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran dengan menegaskan bahwa waktu yang dimiliki Teheran untuk menghindari campur tangan militer AS semakin menipis. Peringatan tersebut muncul setelah Iran menolak membuka ruang perundingan di tengah situasi yang kian memanas.

Dilansir dari AFP, Kamis, 29 Januari 2026, Trump menekankan bahwa dirinya tidak pernah menutup kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Sikap itu diambil menyusul tindakan keras pemerintah Iran dalam merespons gelombang demonstrasi yang terjadi bulan ini. Ketegangan juga masih dipicu dampak perang selama 12 hari pada Juni lalu antara Iran dan Israel, yang mendapat dukungan sekaligus keterlibatan AS.

"Semoga Iran segera 'Datang ke Meja Perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata -tanpa senjata nuklir- kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!" kata Trump.

Baca Juga: Trump Klaim AS Selesaikan “Masalah Besar” di Suriah

Trump juga menyinggung serangan Amerika Serikat terhadap sasaran nuklir Iran selama konflik Juni lalu, yang menurutnya menyebabkan "kehancuran besar Iran". Ia pun melontarkan ancaman lanjutan dengan menyatakan: "Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi".

Sejumlah analis menilai berbagai opsi masih terbuka bagi Washington, mulai dari serangan terhadap fasilitas militer hingga operasi yang lebih terarah terhadap jajaran kepemimpinan di bawah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya besar untuk meruntuhkan sistem pemerintahan yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan shah.

Kapal Induk AS <b>(Istimewa)</b> Kapal Induk AS (Istimewa)

Di sisi lain, Iran membantah klaim Trump terkait permintaan negosiasi. Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah mengajukan dialog dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara, sekaligus menyangkal pernyataan Trump yang berulang kali menyebut Teheran menghubungi Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir Reuters, Rabu, 28 Januari 2026 menegaskan dirinya tidak melakukan komunikasi dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam beberapa hari terakhir, maupun mengajukan permintaan perundingan.

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami," kata Araghchi saat berbicara kepada media pemerintah Iran, Rabu, 28 Januari 2026 waktu setempat.

x|close