Banjir di Kampung Rawa Indah Kelapa Gading Capai 40 Cm

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 16:15
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Banjir di Kampung Rawa Indah Kelapa Gading Capai 40 Cm Banjir di Kampung Rawa Indah Kelapa Gading Capai 40 Cm (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Ntvnews.id, Jakarta - Banjir yang melanda kawasan permukiman warga di Jalan Rawa Indah RT 06/RW 03, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyebabkan proyek normalisasi Kali Cakung Lama dihentikan sementara pada Kamis 29 Januari 2026.

Koordinator Lapangan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa proses normalisasi terpaksa dihentikan karena ketinggian air di kali meningkat hingga mencapai lima meter, jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran tiga meter.

Menurut Iwan, tingginya debit air membuat alat berat tidak dapat dioperasikan lantaran berisiko menimbulkan longsoran pada turap. Alat berat tersebut sejatinya digunakan untuk pengerukan lumpur dalam rangka normalisasi Kali Cakung Lama.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pantau.com (@pantaucom)

Ia menambahkan, pekerjaan semula direncanakan kembali dilanjutkan pada Kamis malam. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena kondisi banjir belum surut.

“Kami sebenarnya hendak bergeser ke area lain, namun debit air masih tinggi sehingga pengerjaan ditunda malam ini,” kata Iwan Setiawan, dilansir Antara.

Di sisi lain, banjir juga dirasakan warga di wilayah Sukapura. Riska, warga RT 01 RW 10, mengungkapkan air menggenangi rumahnya hingga setinggi sekitar 40 sentimeter dan masuk ke dalam rumah.

Akibat banjir tersebut, Riska bersama warga lainnya terpaksa mengungsi ke bengkel yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Ia menduga banjir dipicu curah hujan yang tinggi serta kemungkinan pintu air yang belum dibuka, sehingga air merendam pemukiman warga hingga setinggi lutut.

Riska juga mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, anak-anaknya terpaksa tidak masuk sekolah karena akses yang terhambat.

“Dulu banjir terjadi lima tahunan, sekarang dalam sebulan bisa sampai enam kali. Sangat mengganggu, anak-anak jadi kesulitan berangkat sekolah,” tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan dua unit alat berat ekskavator terparkir dan tidak beroperasi. Petugas dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua tampak tetap berupaya membersihkan sampah di sekitar aliran kali.

x|close