Ntvnews.id, Padang - Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat terus dipercepat. Pada Kamis, 29 Januari 2026, ada empat titik lokasi yang jadi fokus pembangunan huntara.
Rinciannya, pertama di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang (Batipuh, Tanah Datar). Di lokasi ini, pekerjaan pemasangan rangka atau struktur tambahan masih berjalan, termasuk penyesuaian rangka pada area depan bangunan.
Kedua, di Kapalo Koto (Pauh, Kota Padang). Kegiatan fokus pada pekerjaan pengecoran dan penataan area kerja demi mendukung akses serta penyelesaian bagian lingkungan huntara.
Ketiga, di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur (Batipuh Selatan, Tanah Datar). Di lokasi ini, unit terlihat sudah masuk tahap pemasangan panel dinding dan penyempurnaan bukaan pintu/ serta jendela, mengarah ke finishing.
Baca Juga: Melihat Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Hunian Sementara
Keempat, di Nagari Puluik–Puluik (IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan). Pembangunan memasuki tahap pendirian rangka utama. Struktur memanjang sudah berdiri di atas lantai dasar dan proses perakitan rangka masih berlangsung.
Pantauan di lapangan memperlihatkan pekerjaan di beberapa titik berjalan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemasangan rangka konstruksi, pemasangan panel atau dinding, hingga penataan area kerja di sekitar bangunan huntara.
Adapun pada Minggu, 25 Januari 2026, pemerintah telah meresmikan 117 unit huntara di Agam, Sumatra Barat. Secara keseluruhan, total 618 huntara akan dibangun di Sumbar untuk warga terdampak bencana. Harapannya, warga tak lagi tinggal di pengungsian dan bisa kembali memulai aktivitas secara normal.
Baca Juga: Potret Bangunan Hunian Sementara Aceh Tamiang Dilihat dari Udara, Tertata Rapi dan Bersih
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Sumatra Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026. (Istimewa)