Geger, Jeffrey Epstein Diduga Beli Kain Penutup Kabah yang Diselundupkan Pengusaha UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 21:35
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn) The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn)

Ntvnews.id, Jakarta - Dokumen-dokumen terbaru yang bocor dan dikaitkan dengan mendiang pemodal Amerika Serikat Jeffrey Epstein memunculkan tuduhan baru yang memicu kemarahan luas, khususnya di dunia Islam. Dalam dokumen tersebut, disebutkan adanya klaim bahwa kain penutup Kabah di Mekkah, yang dikenal sebagai Kiswah, diduga pernah diperoleh dan dikirim ke lingkaran Epstein.

Dilansir dari laman Middle East Eye, Senin, 2 Februari 2026,tuduhan ini menambah dimensi baru dalam skandal Epstein, bukan hanya terkait kejahatan seksual dan perdagangan manusia, tetapi juga dugaan penyalahgunaan simbol keagamaan paling suci dalam Islam. Kiswah disebut-sebut dimanfaatkan sebagai bagian dari jaringan relasi Epstein, sehingga menimbulkan kegemparan karena menyentuh sensitivitas religius umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam laporan itu, sejumlah figur bisnis asal Uni Emirat Arab disebut berperan penting dalam dugaan pemindahan kain suci tersebut. Nama Aziza Al-Ahmadi dan Abdullah Al-Maari diidentifikasi sebagai pihak yang diduga memfasilitasi pengiriman Kiswah dari Arab Saudi menuju Florida, Amerika Serikat. Maskapai British Airways disebut digunakan sebagai sarana logistik dalam proses pengiriman tersebut.

Jika klaim ini terbukti benar, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk eksploitasi serius terhadap kesakralan agama demi kepentingan pribadi dan pengaruh dalam sebuah jaringan kriminal.

Inti tuduhan tersebut bersumber dari sebuah email yang dikutip dalam dokumen bocor itu, yang disebut-sebut dikirim oleh Aziza Al-Ahmadi kepada Jeffrey Epstein. Dalam pesan tersebut, penulis menekankan nilai religius kain penutup Kabah tersebut dengan menyatakan, “Kain hitam ini telah disentuh oleh setidaknya 10 juta umat Muslim; mereka meninggalkan doa-doa dan air mata mereka di atasnya.”

Pernyataan itu menegaskan betapa sakralnya Kiswah bagi umat Islam, sekaligus menggambarkan besarnya pelanggaran moral dan spiritual yang ditimbulkan jika tuduhan tersebut benar adanya.

Skandal Epstein sendiri terus berkembang sejak pertama kali mencuat dengan tuduhan pelecehan seksual dan perdagangan manusia. Munculnya klaim baru ini memperluas spektrum dugaan penyimpangan, termasuk penyalahgunaan simbol keagamaan dan kekayaan simbolik untuk kepentingan jaringan elit.

Dugaan keterlibatan Kiswah Kabah diperkirakan akan memicu kecaman luas serta tuntutan investigasi mendalam di negara-negara mayoritas Muslim.

x|close