Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para tokoh serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pertemuan yang rutin digelar ini menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk berdiskusi mengenai perkembangan dalam dan luar negeri. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Prabowo menerima masukan dari para pimpinan ormas Islam.
Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, salah satu hal yang mungkin dibahas Prabowo dan para tokoh muslim itu mengenai stabilitas stok dan harga bahan pokok menjelang Ramadhan. Apalagi, tim pengendali pusat beberapa waktu lalu telah membahas upaya mengantisipasi ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Ramadhan.
Baca Juga: Istana Jelaskan Gentengisasi yang Digagas Prabowo
"Bahasanya adalah dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan Dan persiapan lebaran, Ada beberapa hal yang memang sejak awal sudah Coba kita antisipasi," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pras mengatakan, menjelang Ramadan dan lebaran, kebutuhan terhadap bahan pokok akan meningkat. Hal itu akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.
"Misalnya mengenai ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti biasa kan menjelang bulan puasa akan meningkat kebutuhan Dan sering disitu juga diikuti dengan meningkatnya harga-harga dan inilah yang kita antisipasi," katanya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)
Selain mengenai stabilitas stok dan harga bahan pokok, pertemuan Prabowo dan para pimpinan ormas Islam juga akan membahas mengenai bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace. Pras mengatakan, adanya perbedaan pendapat mengenai keanggotan Indonesia dalam Board of Peace karena penjelasan mengenai hal itu belum disampaikan secara utuh.
"Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua Bisa diterima Dan dimengerti oleh semua pihak," katanya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)