Ntvnews.id, Jakarta - Dokumen baru terkait Jeffrey Epstein mengungkap bahwa Roberto Grijalva, seorang petugas penjara di Metropolitan Correctional Center (MCC), merupakan pengguna anonim 4Chan yang mengklaim melihat Epstein dipindahkan dari selnya sebelum kematiannya diumumkan. Memo internal penjara dan dokumen federal memperdalam perdebatan soal apa yang terjadi di MCC pada jam-jam terakhir sebelum Epstein meninggal.
Berkas baru yang dirilis, berjumlah sekitar tiga juta halaman, memberikan gambaran terbaru mengenai peristiwa menjelang kematian Epstein pada 10 Agustus 2019. Dua catatan khusus menarik perhatian karena menyangkut aktivitas yang terjadi beberapa jam sebelum kematian diumumkan secara publik.
Salah satunya adalah unggahan 4Chan yang dibuat pada pagi hari 10 Agustus 2019, yang menyatakan bahwa Epstein meninggalkan selnya dalam kursi roda medis saat sebuah van transportasi yang tidak berizin tiba di penjara. Dokumen Epstein mengidentifikasi pengguna anonim tersebut sebagai Roberto Grijalva.
Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas di Pasar Baru Bekasi
Dalam unggahan itu tertulis:
“Kursi roda bagian depan terikat, tetapi tidak ada perawat triase yang mengatakan mereka berbicara dengannya. Selanjutnya, kami tahu van penjemputan tiba? Kami tidak melakukan pembebasan pada akhir pekan kecuali ada perintah hakim. Selanjutnya, kami tahu dia dimasukkan ke sel tunggal dan gantung diri? Masalahnya, van penjemputan TIDAK mendaftar dan kami tidak mencatat nomor platnya, dan seorang pria dengan pakaian militer hijau di bagian belakang van menurut petugas menara yang membiarkannya melewati gerbang. Kalian, saya gemetar sekarang tapi saya pikir mereka menukarnya.”
Dokumen federal menunjukkan bahwa sehari setelah kematian Epstein, Jaksa Agung AS untuk Distrik Selatan New York (SDNY) Geoffrey Berman membuka sidang juri besar untuk mengidentifikasi pengirim anonim 4Chan.
Panggilan pengadilan dikeluarkan kepada 4Chan, Apple, AT&T, dan Citibank. Identitas Grijalva akhirnya terungkap melalui catatan Citibank dan termasuk dalam berkas sidang juri besar SDNY.
Memo tertulis Grijalva, berkas nomor EFTA00048963, yang ditujukan kepada Kepala Penjara N. Diaye L., menegaskan keterlibatannya dalam komunikasi terkait status penempatan Epstein.
Baca Juga: Anak SD NTT Bunuh Diri Gara-gara Gak Mampu Beli Buku, DPR: Alarm Keras!
Memo itu, tertanggal 12 Agustus 2019, mencatat bahwa pada Jumat, 9 Agustus 2019, Grijalva menyampaikan informasi kepada staf yang bertugas, termasuk Petugas Davis, Petugas Shakir, dan Petugas Joyner, mengenai narapidana Reyes dan kebutuhan Epstein akan teman sel setelah kunjungan pengacara.
Publikasi dokumen baru ini menunjukkan bahwa SDNY menilai posting 4Chan cukup kredibel untuk memicu penyelidikan juri besar segera setelah kematian Epstein.
Meski hasil resmi menyimpulkan Epstein bunuh diri karena kelalaian penjaga, identifikasi Grijalva sebagai pengunggah memicu kembali pengawasan terhadap peristiwa di dalam penjara pada jam-jam terakhir sebelum kematian.
Jeffrey Epstein meninggal karena bunuh diri pada 10 Agustus 2019 di MCC, Kota New York. Otopsi menyatakan ia menggantung diri dengan selimut tempat tidur, dan jaksa medis Kota New York menetapkan kematiannya sebagai bunuh diri. Meskipun banyak teori konspirasi beredar, kesimpulan resmi tetap bunuh diri.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)